Ending Kepompong (2) : We Are Still deRainbow

nih ff udah diotak-atik berkali-kali tetep aja ngerasa nggak puas sama karya yg ini, rasanya masih kurang – alurnya, settingnya, diksi n gaya ceritanya,- tapi saya menyerah, bingung harus dibuat seperti apa lagi… this is the best i can do….

akhirnya setelah berbulan-bulan…dan cerita pun diteruskan.. maaph kelamaan,  selamat membaca…

We Are Still DeRainbow…

(masih inget nggak sama cerita sebelumnya? kalo lupa atau justru belum baca, klik di sini)

@skul sma bintang
chaca masih marah dengan sahabat-sahabatnya. Kemarahan itu nampak jelas dari wajah dan sikapnya yg jutek dan galak.  Seharian selama di sekolah, Chaca sama sekali nggak mau diajak bicara. Helen, Bebi, Tasya menyerah, entah harus bagaimana lagi meluluhkan Chaca.  Bebi terlihat paling sedih, dia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.

“It’s not fair ” kata Beby, sambil menangis, dan berlari pergi… Tiba-tiba oyon dateng, tergopoh-gopoh.

“Helm. Katanya Indra, helm mo pegi ke Australia sono. emang bener yak? helem mo ke sono?” dari muka Oyon nampak benar-benar bingung.

“Nggak tau!” jawab Helen asal. Oyon makin bingung, Helen malah melengos pergi ke arah perpustakaan. sebenarnya Helen masih kepikiran soal Chaca. ternyata Oyon membuntutinya, masih penasaran. Dan akhirnya Helen cerita semua tentang perpisahan deRainbow dan tentang chaca. Oyon yg diceritain cuma diem aja, bingung dan kaget.  Oyon cuma bilang “kasian ya Chacing”.  mendengar apa yg Oyon bilang, entah kenapa tiba-tiba Helen seperti menyadari sesuatu. Di mata Helen, Chaca nggak pernah serapuh ini

@depan gerbang skul bintang
bebi benar-benar menangis sejadinya sambil berlari. Brukk!! Ternyata menabrak virgo.
“Lho Beb, kenapa kok nangis?” tanya virgo cemas.  Melihat virgo, Bebi langsung memeluk Virgo. Virgo mencoba menenangkan Bebi dengan membawanya duduk di kursi taman sekolah. Bebi masih sesenggukan.

“Beb, lo kenapa sih? gara-gara Chaca ya?”  Tanya virgo pelan-pelan, Bebi cuma mengangguk sambil mengusap air matanya, “Emang Chaca kenapa lagi sih? Dari tadi pagi, jutek banget tampangnya, bikin serem..”

Kemudian Bebi dengan terbata-bata menceritakan kenapa Chaca bisa sampe marah kayak gitu, termasuk kemungkinan deRainbow bakal saling terpisah. Virgo kaget setengah mati, virgo memang tau kalau tasya mau pergi ke Amrik, Virgo juga tau kalo Helen dapet rekomendasi ke Australia, Virgo juga dah denger kabar dari Oyon kalau Indra ditawarin sekolah di Perancis, tapi soal Bebi pindah ke Bandung?

“Huuh.. Chaca not’s fair, dia bahkan nggak mau denger penjelasan gue dulu. Kan pindah ke Bandung juga bukan keputusan gue, bukan kemauan gue, chaca nggak berhak marah ama gue… ” rajuk Bebi

“Jadi lo mo pindah ke Bandung?” tanya Virgo nggak percaya. Ditanya kayak gitu sama Virgo, Bebi malah ngambek. Karena Bebi ngerasa, Virgo nggak ngedengerin curhatannya, juga Bebi jadi ngerasa kalo Virgo juga marah karena Bebi harus pindah ke Bandung.  Bebi pun berlari pulang, tak menghiraukan panggilan Virgo…

@rumah Tasya
Pintu teras dibuka, Tasya keluar dari dalamnya. Wajahnya tampak luar biasa murung. Tangannya mendekap foto deRainbow. Tatapannya kosong, melamun. Tanpa tersadar ujung rodanya sudah sampai di ujung ubin teras. BRUUKK… Tasya terjatuh.
“Mbok Tun… Mbok Tun” panggil Tasya, meminta pertolongan. Tak sengaja Chaca lewat depan rumah Tasya. Kaget melihat Tasya dalam keadaan demikian, Chaca refleks membantu Tasya.

“Makasih ya Cha.. ternyata kamu masih perhatian sama aku” ucap Tasya tulus. Chaca cuma diem aja. Kemudian Chaca langsung beranjak pergi, rupanya hatinya masih menyimpan rasa marah itu. Tasya menarik tangan Chaca.

“Tunggu, Cha.. aku perlu ngomong sama kamu” kata Tasya lagi. Chaca membuang muka, rautnya menunjukkan ekspresi keengganan. Chaca mencoba mengibaskan tangannya, tapi Tasya erat memegangnya, “Cha.. please, tolong dengerin aku dulu” Tasya memohon, “Kita semua nggak ada niatan buat ninggalin kamu, Cha”

“Omong kosong” jawab chaca sinis

“Cha, kita cuma mencari pilihan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik” jelas Tasya

“Ya ya ya, dan gue cuma diberi kenyataan bahwa hidup gue ancur” jawab Chaca sinis, “bahkan nggak ada satu oang pun yang mau ngertiin gue! kalian juga malah pergi ninggalin gue, sendirian! Gue nggak ngerti gue yang egois atau kalian yang egois” lanjutnya.

Tasya melepaskan tangan Chaca. Tasya benar-benar terkejut karena ternyata Chaca menganggap mereka semua egois. Chaca langsung pergi meninggalkan Tasya, yang diam-diam menitikkan air mata. Dari kejauhan Indra ternyata melihat itu semua…’

@tempat masing-masing..
Bebi : (menangis di tempat tidur sambil memeluk boneka) “Bukan keinginan gue pindah ke Bandung, gue juga nggak mau jauh dari kalian.. jauh dari Virgo.. apa gue lebih baik kost aja? jadi gue tetep ada di sini, ya minimal sampe lulus sekolah nanti. MInimal gue tetep bisa nemenin Chaca dan nggak jauh dari Virgo”

Helen : (duduk di meja belajar, di mejanya tergeletak berkas-berkas program pertukarannya) “Entah kenapa gue nggak yakin untuk nerusin program ini. Saat ini Chaca butuh deRainbow, minimal gue bisa ada disampingnya.. mungkin sebaiknya gue nggak ikut program ini..”

Tasya : (menangis memandang foto Chaca, sambil flashback percakapan tadi siang) “Cha, apa aku memang egois? aku cuma ingin liat mama bahagia. Bukan karna terapinya, Aku nggak peduli Cha, aku lumpuh seumur hidup, asal aku bisa liat orang disekitar aku bahagia Cha..” menghela nafas, Tasya semakin bimbang dengan keputusannya untuk pindah. Tasya nggak tega sama Chaca…

Indra : (duduk di lantai, bersandar pada tempat tidurnya) diam terpekur hanya sambil memandang foto deRainbow

Chaca : (menangis membanjir, mukanya sampai merah…. Chaca tenggelam dalam emosinya…)

@di kelas DeRainbow girl
bangku Chaca kosong… Chaca hari ini absen… Tasya, Bebi, dan Helen merasa kehilangan. seringkali mereka mencuri pandang melihat bangku Chaca yang kosong, dengan ekspresi sedih, khawatir, dan merasa bersalah.

@Kantin SMU Bintang, Jam istirahat…
Indra dan Oyon datang terburu-buru, tangan Indra membawa koran.
“Chaca mana, chaca mana?” ujar kedua cowok itu terdengar panik.

“Chaca hari nggak masuk..” jawab Bebi cemberut

“Emang ada apaan sih In?” tanya Tasya

“Noh, baca sendiri” kata Oyon, tapi kepalanya masih sambil celingukan siapa tau tiba-tiba Chaca muncul. Indra langsung memberikan koran tadi pada Tasya. Bebi dan Helen juga langsung ikut membaca. Sebuah berita tentang seorang pengusaha yang diduga terlibat dalam kasus korupsi.

“Lho… ini kan, Papanya Monki?” ucap Tasya, Helen, dan Bebi berbarengan.

*pulang sekolah
Tasya, Helen, Bebi, dan Indra bersiap menuju rumah Chaca, ceritanya mau menengok, sekaligus memberi tahu Chaca soal berita tadi di koran. Tak berapa lama HP Helen berbunyi, dari Mama Chaca..

“Ya, Halo, Tante?” jawab Helen

“Helen, Chaca lagi bareng kalian nggak, boleh Tante ngomong sama Chaca?”

“Nggak, Tante. Hari ini Chaca nggak masuk. Loh memang Chaca nggak ada di rumah? padahal nih kita mau ke rumah Chaca, kita pikir Chaca sakit” Helen mulai panik

“Kemarin sih Chaca memang nginep di tempat Papanya, Chaca kan memang lagi marah sama Tante. Tapi kata Papanya Chaca, Chaca berangkat sekolah kok pagi tadi” suara Mama Chaca semakin khawatir, “tapi Chaca nggak bisa ditelpon, tante pikir Chaca bareng kalian”

“Sebenernya Tante, Chaca juga lagi marah sama kita”

“Ya ampuun, jadi Chaca kemana dong ya?” tanya Mama Chaca panik

oh, my gosh?!! Chaca kabur??!! mereka kaget nggak nyangka Chaca bakal senekat ini, dan mereka langsung inisiatif pergi nyari Chaca, tapi dicari kemana-mana Chaca nggak ketemu… mereka ngumpul bareng lagi, dan hampir hilang akal harus nyari Chaca dimana lagi. Tiba-tiba Indra teringat sesuatu…
“Kayaknya gue tau, kita harus nyari Chaca kemana..” ajak Indra.

@Lembah pelangi (hehe… ini aq sendiri yang namain tempat ini, itu loh tempat mereka nemuin nama deRainbow)
Chaca duduk sendirian, sambil memandang jauh… mukanya tampak sembab, tapi kali ini ekspresinya menunjukkan ketegaran. Ingatannya memutar ulang kejadian hari ini..

DeRainbow minus Chaca telah sampai, Bebi duluan yang lari menuju Chaca, diikuti Helen, sedangkan Indra masih membantu Tasya terlebih dahulu.
“Chaca….” panggil Bebi pelan, sambil menepuk pundak Chaca dari belakang. Chaca seketika menoleh, keduanya langsung berpelukan, Helen menyusul. Ketiganya menangis… Tak lama Tasya dan Indra datang..

“Cha.. aku mau minta maaf, mungkin kamu bener, aku juga egois.. ” jelas Tasya begitu berada di depan Chaca, tapi belom selesai Tasya bicara, Chaca memotongnya.

“lo masih marah sama kita, Cha? lo masih nggak mau ngasih kita kesempatan buat ngomong sama lo?” tanya Indra pelan

“iya CHa, please Cha jangan marah, gue juga dah mikir buat ngekost aja di jakarta” sambung Bebi membujuk Chaca.

“menurut buku yang gue baca, kesempatan itu memang nggak datang dua kali, tapi cha… gue milih untuk nggak ambil kesempatan itu, kalo harga yg harus gue bayar tuh persahabatan kita” kata helen

Chaca masih menangis, berusaha tersenyum diantara tangisnya… “Nggak,… gue nggak marah sama kalian, kalian nggak salah kok, malah gue… gue yang egois…harusnya gue… dukung kalian… mungkin gue aja yang terlalu sensitif, gue terlalu fokus sama masalah gue” terbata-bata Chaca mengatakannya.

“Sya.. harusnya gue ngerti kepinginan lo, pengen liat orang tua lo bisa hidup bareng berdampingan, karena gue juga punya keinginan ya sama… Gue juga harusnya ngasih support buat lo, support supaya lo bisa cepet sembuh, meski itu artinya kita mesti berjauhan… karena gue sayaaaaaang banget sama lo Sya” kata Chaca sambil memeluk Tasya. setelah melepaskan pelukan tasya, chaca memega tangan Helen.

“Lo juga Len, bener kata buku lo, kesempatan itu nggak datang dua kali. Jangan bikin gue ngerasa jadi pecundang, karena ngehalangin cita-cita Lo…” mendengar itu Helen langsung memeluk Chaca

“Nah Lo sekarang Beb, Lo tuh punya keluarga yang paling harmonis diantara kita semua, gue nggak mau jadi orang yang bikin Lo terpisah dari keluarga Lo” jelas Chaca pada Bebi, “Lagian gue nggak yakin lo sanggup ngekost, lo kan manja Beb” Chaca sudah bisa sedikit bercanda. Di antara tangisnya, Bebi pun masih sempat merengut kesal.

“Dan Lo In, gue selalu yakin lo bakal bisa jadi chef handal, kebanggaan deRainbow” ucap Chaca tulus. Kini, meski mata mereka masih basah oleh air mata yang masih terus mengalir, ada senyuman di kelima wajah itu

“oh iya Cha, soal Monki…. ” ucap Indra terpotong

“Iya.. gue juga udah tau kok… tadi pagi gue liat di koran… mungkin itu sebabnya Monki minta putus dari gue.. Tapi seharian ini gue nyariin dia nggak ketemu, rumahnya disegel, gue telp juga nggak diangkat, masuk mailbox terus..” jelas Chaca terlihat sedih..

“Trus gimana?” tanya Tasya

“Gue cuma bisa titip pesen lewat mailbox, kalo gue akan selalu disampingnya, sama seperti dulu dia ada tetep di samping gue saat Papa masuk rehabilitasi, tapi belum ada kabar dari Monki, gue rasa dia cuma butuh waktu” jelas Chaca meski terlihat sedih, ada suara ketegaran di dalamnya.

“Cha, meski nanti de Rainbow harus saling berjauhan… kita ini tetep deRainbow kan? kita masih bisa kontak-kontakan” tegas Indra untuk meyakinkan Chaca.

“Yes, We’re still the rainbow” jawab Chaca yakin

“yang saling jujur, saling melindungi, dan selalu bersatu untuk selamanya” bergantian helen, bebi, dan tasya mengucapkan janji deRainbow.

Tiba-tiba Indra berjoget-joget sambil meneriakkan yel mereka yg lama “Wa You, you man deRainbow is the best” yang langsung diikuti oleh Chaca, Bebi, Helen, dan Tasya sambil tertawa lepas.

-The End-

Closing Screen

Kamera masih menyorot tingkah deRanbow kemudian muncul tulisan

Sahabat kepompong…
deRainbow dan kepompong hanyalah sepenggal cerita.. tapi kalian? kalian adalah kisah sesungguhnya, the real kepompong

(shoot : close up Chaca)
jadilah setegas dan seberani seorang Chaca saat harus mengungkap kebenaran

(shoot : close up Bebi)
Jadilah seceria seorang Bebi, yang kehadirannya bisa membuat orang sekitarnya tersenyum

(shoot : close up Helen)
Berusahalah menjadi Helen yang dapat membuat bangga orang-orang yg menyayanginya

(shoot : close up Tasya)
dan milikilah hati selembut Tasya

(shoot : close up Indra)
karena PPSI bukan milik Indra seorang, akan kau sadari kalianlah PPSI sesungguhnya dalam dunia kalian masing-masing

(Klip beberapa flashback adegan deRainbow lagi bareng2)
Jadilah kawan yang kehadirannya selalu dinantikan
Jadilah sahabat tidak hanya di saat dekat, sehat dan terhormat
Jadilah anak yang bisa dibanggakan
Jadilah manusia yang bisa diandalkan
Dan, Jadilah generasi yang bisa membangun negeri

BE THE REAL DeRAINBOW FOR YOUR OWN LIFE… Get your own kepompong story that will change you to be a beautifull butterfly

thanks to

  • Scheweini : hehe ide soal papa monkinya aku ambil ya… see? i said that u’ld unsuprise.. hehe soalnya ini ide kamu kan sebenernya…
  • Solksjaer : makasih, atas ucapan perpisahan itu yg menginspirasi closing screennya
  • lilosobel : thanks accompanying me finished the story till over night.
  • viyya : makasih atas pertanyaanya ttg ending kepompong, betul-betul jadi semacam pencetus ide…
  • last but not least, makasih kepada seluruh penghuni thread kepompong di lautan indonesia yg tidak dapat disebutkan satu-persatu…
Iklan

39 thoughts on “Ending Kepompong (2) : We Are Still deRainbow

    • hehe… iya biar dramatis gitu deh… kan kalo ending kek gini bakal terus terbayang di benak, terkesan… dan kepompong akan benar-benar selalu di hati…. (hehe, aq emang suka akhir yg dramatis)

  1. Hi ^^

    Thx ngunjungin blog aye.. hehe

    Pas gw klik nm km, ngarahnya ke sini..

    Jadi baca cerpen deh.. hehe Tapi ceritanya bagus ya. Kok ga kirim ke penerbit aja?

    Hehe

    • hehe… makasih juga dah berkunjung balik…
      ah masa bagus? hehe… masih nggak pede nih, jadi biar ngehias blog dulu aja deeh… sambil buat latihan… sambil ngerjain project novel juga….

  2. mamamiaaaaaawww…….. sorryy baru comment.. *sok sibukk dehh*
    amanah ka meong udahh ane laksanaiin…….. 😀
    setujaaaaaa ma ka nying2., bikin lagiiiii….. lanjutannya waktu Indra, Tasya, n Helen balik ke Indo mau bantuin Chacha persiapan nikah.. (hah?! wkwkk)
    n screen closingnya….ga sia-sia nungguin berhari-hariii……. hhaaaa…..saiia puas..! (lho?)
    thanksss 😀

  3. .think iu ia. ,
    s.at kngend ma kepompong bgtu bka blog ini dan lgsung bsa ngbatin kekangenand qhu. ,
    kalo bisa buadt lage iia . .

  4. Ceritanya menginspirasi tentang persahabatan yang selalu ada😅💝👍👍
    Kapan ya film ini diputar lagi di indonesia agar anak anak pada tahu arti persahabatan yang sesungguh nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s