NIM’s Island

Hehe mumpung di rumah kakak, saatnya memanfaatkan fasilitas tv berbayar.. jadi iu selalu punya banyak pilihan lain selain sinetron-sinetron Indonesia yang …  ah you-know-lah… so setelah ceklak ceklek remote, menemukan satu film yang baru saja akan dimulai NIM’s Island . Mmm.. tampaknya cukup menarik karena di sinopsisnya yg super pendek disebut-sebut tentang novelis – impian seorang iu – yaa siapa tau dapet pelajaran berharga.

Nim's Island


Here’s the story

Diawali dengan sebuah narasi yang sebenarnya cukup sedih. Cerita tentang Nim yang ditinggal ibunya – hilang di lautan – kemudian, Ayahnya-Jack Russoe membawa Nim serta berkelana mengarungi suatu lautan, mencari ibunya, hingga akhirnya somewhere in South Pacific mereka menemukan pulau, tak berpenghuni, dan yang kemudian mereka sebut sebagai “rumah”
Nim Russoe (Abigail Breslin)

Begitulah Nim tumbuh besar di pulau itu, belajar segalanya dari pulau itu, dari sahabat-sahabatnya Galileo-si pelikan, Selk-si anjing laut, dan Fred-si kadal hutan (yg menurut aku lebih mirp tokek, hehehehe), dari internet ayahnya, dan dari sebuah novel Alex Rover-sang petualang, yg sering dibawakan ayahnya..

Everything iJack Russoe (Gerard Butler)s fine, untill, suatu hari ayahnya-sang ilmuwan, bersikeras pergi ke Pulau Karang Zender untuk penelitan menemukan biota nanoplankton. Dan Nim juga bersikeras nggak ikut ayahnya, Nim lebih memilih utuk menemani kura-kuranya yang besok telurnya akan menetas. Begitulah, Nim ditinggal sendiri di rumahnya, di pulau itu.

Alexandra Rover (jodie foster) and Alex (Gerard butler)-her created charachter
Somewhere out there, di San Fransisco, Alexandra Rover sang novelis sedang kehabisan ide untuk membuat cerita untuk novelnya. Ternyata si novelis ini punya penyakit fobia terhadap dunia luar, namun dia memiliki daya imajinasi tinggi, bahkan tokoh novelnya si Alex Rover – hidup dan berbincang dengan dirinya.  Alexandra benar-benar stuck, sampai dia menemukan artikel di internet tentang Jack Russoe, “living under the volcano’s shadow”… terdengar brilliant untuk ide novelnya. Dan Alexandra pun memutuskan untuk mengirinkan email pada Jack, mencari tau lebih banyak tentang kehidupannya. Email itu dibaca oleh Nim, yang sangat mengidolakan Alex Rover. Nim sangat excited dan mulai berhubungan dengan sang novelis.

Dan disinilah semua alur konflik mulai naik, saat Jack terjebak dengan perahunya yang rusak karena badai. Nim tinggal sendirian di pulau dan harus menghadapi situasi yang menurutnya adalah suatu ‘penyerangan’ terhadap pulaunya, rumahnya. Dan kepada Alex dia meminta pertolongan. Sementara itu, Alexandra karena merasa bertanggung jawab atas dengan Nim, yang tinggal sendiri dan terluka karena permintaannya, juga memutuskan untuk pergi menolong Nim.

Akhirnya ketiga tokoh utama ini mengahadapi petualangannya sendiri-sendiri. Jack dengan kapalnya, yang berjuang untuk pulang ke pulau dan berulang kali menghadapi badai dan hiu. Nim, seorang gadis cilik, berusaha mengusir turis-turis dari rumahnya dan menghadapi kemungkinan ayahnya hilang. Dan Alexandra, menghadapi petualangannya sendiri menghadapi dunia luar.

Dan cerita ini berakhir happy ending…

Unfortunately

Beberapa scene film ini membutuhkan efek badai dan ombak besar, sayangnya garapan animasinya menurut iu kurang rapih, masih terkesan ditempel.

But, overall

I like this, nilainya 8 dari skala 1-10. The best part ‘n yang bikin iu pengen nonton ulang film ini adalah banyak quote-qoute keren di dalamnya. Ada beberapa yg belom sempet kecatet soalnya….hehehehe… btw ternyata nih film adaptasi dari sebuah novel – hmm, jadi pengen baca, biasanya novel lebih bagus ketimbang filmnya.. supposed to be read berarti…

Apa pesannya

  • We need the others.. karena kita tuh manusia, makhluk sosial..
  • Jangan takut menghadapi hidupmu – petualanganmu.. karena “keberanian adalah sesuatu yang dapat kau temukan setiap hari” – said Nim, ketika akan mulai berperang

Best Quotes

“be the hero in your own story!!”

Iklan

7 thoughts on “NIM’s Island

  1. ane dah nonton yu, lumayan, ane suka si jodie foster soalnya, rada aneh aja masak iya gak pernah sekalipun keluar rumah si novelisnya, kurang rasional ajah…but lumayanlah, ide sederhana yg tergarap dg baik…sayang indo jarang bisa garap konsep sederhana macam gini

    • hoho, tapi emang ada loh.. keknya aq pernah baca artikelnya..
      kalo kasusnya si Alexandra ini sebelum pergi ke Nim’s Island.. terakhir kali dia keluar rumah 16 minggu sebelumnya… alhamdulillah,,, Allah nggak ngasih aku fobia…

      yup betul sederhana tapi kompleks (loh? piye tho?) hmm.. keknya salah satu cerita di film L.O.V.E yg diperanin ama alm.Sofyan Sofian n Widyawati lumayan tuh.. tentang kepikunan…

  2. yup, ane jg dah nonton. siip dec pilem ni. suka ma ide bahwa yg meranin Alex Rover versi novel sama ma yg meranin ayahnya Nim, Jack Russoe. jd inget Peterpan, mirip mirip kaya gtu, yg meranin ayah Wendy sama ma yg meranin C. Hook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s