Dari Arena Sidang (sebuah catatan)

Setiap kali nyalain televisi isi beritanya nggak jauh-jauh dari pansus century, ditambah sekrang kita bisa nonton live, kayak konser-konser musik gitu… lengkap dengan ‘drama’-nya… hehhehehehe… tapi, bukan, bukan, saya nggak akan bahas tentang cerita pansus itu kok. Yang bakal saya bahas nggak jauh dari pengalaman pribadi saya beberapa tahun lalu.

Gara-gara tadi nonton bentar para wakil rakyat beropini, jadi teringat jaman saya masih aktif berorganisasi di kemahasiswaan, terutama pas sidang mumas – musyawarah mahasiswa. Apalagi sebelumnya, abis baca postingan oyen yang “Be Ready For THE INTERVIEW”. Ada sedikit catatan dari arena sidang itu, buat saya pribadi sebenarnya, tapi pengen aja disharing disini… (hmmfh, saya sampe ngubek diary jadul saya lho..)

Waktu itu saya benar-benar stress menghadapi sidang pertanggungjawaban saya sebagai salah satu ‘pejabat’ di periode itu. Kenapa harus stress? karena saya sadar sepenuhnya, banyak kelalaian selama memegang amanah itu.. hiks hiks..

Tapi Alhamdulillah… waktu itu Allah masih kasih mata hati saya untuk melihat kejadian itu sebagai suatu renungan..

Coba pikir deh… ketika dihadapkan pada laporan pertanggungjawaban saya yang cuma setahun, cuma SETAHUN, saya sudah demikian stress… Gimana nanti ya? ketika hari pertanggungjawaban yang sesungguhnya… minimal saya harus mempertanggungjawabkan 26 tahun hidup saya, itu angka minimal, nggak tau angka pastinya… ahh, itu baru satu poin…

poin kedua.. saat itu, keputusan bakal dijatuhkan pada satu tim, artinya minimal ada teman untuk memikul beban bersama… Tapi nanti? cuma saya SENDIRI, yang memikulnya! nggak ada tuh istilah bagi-bagi dosa, atau bagi-bagi amal… para pencatat sudah membuat laporannya secara presisi…

poin ketiga hukuman dijatuhkan pada saya, mungkin cuma hukuman mental, waktunya juga terbatas…Kalau nanti? ahh, banyak cerita betapa mengerikannya hukuman Allah, dan waktunya? bisa dibilang tak hingga

poin ke-empat… keputusan yang dijatuhkan saat mumas, berdasar pada banyak pendapat peserta mumas… Nanti? keputusan benar-benar hanya hak ALLAH, tunggal! Esa! Nggak ada istilah lobbying, apalagi voting… ada sih kesempatan mendapat syafa’at dari Rasulullah, tapi kan tetep aja usahanya mesti dari sekarang…

Ah, makanya stop berbuat lalai.. dan jangan berhenti beristigfar, bertobat, dan berikhtiar… yuks…

Iklan

2 thoughts on “Dari Arena Sidang (sebuah catatan)

  1. wah banyak tambahannya yuk, bener banget…jadi semakin merasa kita bener-bener gak layak menghadapNya, amalan kita masih secuil, dari sekian sholat kita, puasa kita, sedekah kita, kita gak tahu pasti seberapa banyak yang bakal diterima, iya kalo >50% diterima, lha kalo gak ada 1% pun yang diterima? astaghfirullahaladzim ya Yuk…

    semoga ini menjadi renungan kita bersama, bahwa tak ada istirahat di dunia ini untuk memaksimalkan amal, istirahat kita cuman nanti di surga, dan semoga kita bisa mencicipinya. Amin

    tak henti2 untuk beristighfar setiap saat, karena terlalu banyak kelalaian yang sudah kita lakukan, berharap mendapat belas kasihanNya. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s