Bulik Ani in Memoriam

Innalillahi wa innailaihi raji’un

Kemarin setelah adzan ashar, dapat kabar kalau beliau meninggal dunia. Mungkin tidak terlalu mengagetkan karena selama kurang lebih seminggu ini bolak-balik keluar masuk I.C.U… tapi tetap saja ya rasanya sedih..

Bulik Ani adalah salah satu perempuan tangguh yang saya kenal. Lebih dari sepuluh tahun di akhir hidupnya, beliau melawan kanker yang sedikit demi sedikit menggerogoti badannya. Tak pernah saya mendengar beliau mengeluh, sedikit pun. Setiap kali kami bertemu, beliau selalu terlihat ceria dan bersemangat. Tak sedikit terlihat seorang yang sedang sakit. Ketika kepalanya botak karena efek kemoterapi yang dijalani, beliau tidak pernah merasa malu, minder, justru bangga…

Daya juangnya untuk tetap hidup selalu membuat saya salut padanya… Ya mungkin beliau juga pernah down ketika pertama kali mendengar vonis kanker, tapi dia selalu percaya bahwa umur Allah yang atur.. kita tinggal menjalani saja, selalu berupaya yang terbaik…

Dan begitulah, bulik Ani selalu berihktiar yang terbaik, hingga akhirnya Allah mengambilnya, akibat pendarahan lambung yang begitu hebat…

Mudah-mudahan, sakitnya selama ini menjadi kifarat dosanya dan menjadi khusnul khotimah, sebuah akhir perjalanan yang baik, HAPPY ENDING.

Alloohummaghfir laha Warhamha Wa ‘Aafihi Wa’fu ‘aha, Wa Akrim Nuzulaha, Wa Wassi’ Madkholaha, Waghsilha Bil Maa’i WatsTsalji Wal Barodi, Wa Naqqihi Minal Khothooyaa Kamaa Naqqaitats Tsaubal Abyadho Minad Danasi, Wa Abdilhu Daaron Khoiron Min Daarihi, Wa Ahlan Khoiron Min Ahlihi, Wa Zaujan Khoiron Min Zaijihi, Wa Adkhilhul Jannata, Wa A’idhu Min ‘Adzaabil Qabri

Iklan