Pre-review contest : “Rain Affair”

Ini hasil blogwalking ke sono ke mari, sebuah kontes pre-review. He, jadi nemu istilah baru juga tuh ‘PRE-REVIEW’. Kalo Review ulasan setelah kita membaca atau menonton sesuatu, nah ini ulasan sebelum membaca atau menonton… hehehe… preview kali ya maksudnya, ah tapi ini kan hak Clara sebagai penyelenggara kontes. Ya, ya, ya, sudahlah basa basinya… sekarang saatnya bersotoy ria mengulas Rain Affair

RAIN AFFAIR

kalau baca judul novel ini jadi teringat obrolan saya dengan beberapa teman forum, tentang sebuah konsep “rain in the late afternoon”. Buat saya kalimat itu terdengar seperti sebuah judul fiksi, cerpen, novel atau film.  Salah seorang teman saya yang lain malah lebih spesifisik lagi mengidetikkan kalimat tadi, menurutnya mirip film or serial korea. *Loh, Loh, kok ini malah jadi bahas yang lain sih?* Saya hanya jadi terpikir mungkin temanku tadi juga akan mengungkapkan hal yang sama, kalau novel ini cukup identik dengan korea, yang sepertinya sang penulis juga begitu menyukai korea. #sotoy1

Terlebih lagi warna cover ini begitu teenlit, pink, biru muda, dengan ilustrasi payung terbalik. Sepertinya tinggal dibubuhi huruf hangeul atau kanji… xixixi 😉 But Eniwei, jujur, cover novel ini eyecatching buanget. Aroma romantismenya kental terasa.

Rain Affair mungkin bisa diterjemahkan menjadi ‘perselingkuhan hujan’. #sotoy2. Wah, apa maksudnya nih? Dari siapakah hujan bisa berselingkuh?

Apakah dari awan yang mencintai hujan dengan sederhana, yang tak sempat mengisyaratkan cintanya pada hujan (hehe terinpirasi puisinya sapardi djoko damono ini)
Ataukah justru dari angin yang telah menjadikannya bulir-bulir air yang turun ke bumi?
Ataukah dari matahari? Yang seharusnya bila hujan dan matahari bermesraan akan menghadirkan pelangi.

Hmm entahlah, mungkin memang bukan satu pun dari opsi diatas. Tapi Rain Affair ini cerita tentang toga tokoh Noah, Lea, dan Nathan. Sepertinya cerita klasik tentang cinta segitiga, tapi kali ini Clara menulisnya dibumbui dengan fatamorgana. Tampak ada tapi entahlah, mungkin hanya ilusi (sigh.. mengingatkankanu pada project novelku sendiri)

Bagian yang paling aku suka adalah sinopsisnya yang tercetak di cover belakang novel :

Dia menyatakan dan aku percaya.
Tapi ketika aku berusaha menemukan kesungguhan di matanya,
Dia malah memasang kacamata hitam,
untuk menyembunyikan dusta yang dia simpan di sana.

Some people say, “it`s like a guilty pleasure.”
I know he is lying to me but i keep wanting him.
I thought, I`ve already felt in love with him.
But the worst part is, I`m lying too.
(taken from sebuah-sinopsis-untuk-rain-affair)

dua paragraf tadi cukup untuk membuat saya penasaran membaca cerita lengkapnya, hingga membuat saya berdoa mudah-mudahan saya yang menang di kontes ini, trus bisa baca novel ini for free, cuma berbekal ke-sotoy-an semata. Hehe, ngarep.com…

***

Be-te-we tampak sedang kecanduan ikutan kontes ya diriku, hehe, bukan karena hadiahnya sih… tapi biar mengasah otak, biar terus terbiasa menulis… nge-gym otak…

Iklan

4 thoughts on “Pre-review contest : “Rain Affair”

  1. hai, makasih udah berpartisipasi ya
    ditunggu sampai tanggal 7 Juni untuk pengumuman
    oh ya, sudah aku update untuk nama pesertanya
    bisa di cek di blog

    semoga berhasil dan makasih ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s