[copy paste] kenalan sama epilepsi

Yak baiklah setelah 2 bulan berlalu akhirnya baru meng-copy paste blast email di kantor soal epilepsi dalam rangka memperingati “purple day”

thanks to tim medical kantor yg mengizinkan mengcopy paste artikelnya, dan thanks also to traffic jam di jakarta yg justru bikin kesempatan buat posting nih utang (jiaaa kenapa malah jadi curcol begini?!) so here it is…
Mengenal Epilepsi lebih Dekat

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf kronis yang ditemukan pada semua kelompok usia. Sekitar 50 juta manusia di dunia menderita epilepsi. Hampir 90% penderita epilepsi ditemukan di negara-negara berkembang.

Seorang dikatakan terkena epilepsi apabila dia mengalami bangkitan lebih dari satu kali akibat gangguan otak, bukan karena kondisi medis lain seperti putus alkohol, kadar gula darah yang sangat rendah, atau gangguan jantung.

Penyebab terjadinya epilepsi

Dalam masa pertumbuhan dan perkembangan tahun awal masa anak-anak, otak mengalami pertumbuhan paling besar. Selama pertumbuhan ini, otak rentan terhadap beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi, nutrisi yang kurang, dan kekurangan suplai oksigen.

Trauma pada kepala akibat kecelakaan atau stroke, otak akan memperbaiki diri sendiri dengan menciptakan jalan saraf baru. Jika pembentukan jalan ini abnormal. Hal ini dapat menyebabkan bangkitan.

Penyakit-penyakit pada otak seperti hidrocefalus dan meningitis juga dapat menyebabkan epilepsi. Keracunan logam, karbon monodioksida, penggunaan obat-obat terlarang, overdosis anti-depresan, kelainan genetika, tumor pada otak, stroke, infeksi atau perdarahan pada otak, semua keadaan ini dapat menyebabkan epilepsi.

Apa itu bangkitan (seizure)?

Bangkitan terjadi karena aktifitas listrik abnormal di otak. Gejala yang ditimbulkan tergantung pada area otak yang mengalami aktifitas listrik abnormal, misalnya jika yang adalah area yang mengontrol pergerakan, maka otot akan berkontraksi dan relaksasi secara tidak terkontrol (kejang). Ketika mengalami bangkitan (seizure), seseirang akan mengalami gerakan atau perasaan yang tidak dapat dikontrol. Orang tersebut bisa menangis, pingsan atau kejang.

Bangkitan berlangsung antara beberapa detik sampai beberapa menit kemudian berhenti. Bangkitan yang terbatas pada satu bagian otak disebut sebagai bangkitan parsial. Pada bangkitan parsial, penderita dapat mengalami perubahan emosi yang tiba-tiba seperti senang atau sedih atau perubahan sensasi penciuman, pendengaran atau penglihatan.

Bentuk lain dari kejang parsial dikenal sebagai bangkitan parsial kompleks, selama serangan penderita dapat menunjukkan tingkah laku yang berulang-ulang seperti mengedip, berputar-putar, menabrak dinding, menggerakkan kaki dan tangan tanpa bisa mengontrol gerakannya.

Bangkitan yang tersebar ke seluruh area otak dikenal sebagai bangkitan generalisata. Bangkitan ini dapat menyebabkan penderita mengalami:
» Kehilangan kesadaran
» Jatuh
» Mengalami kekakuan otot
» Kejang otot seluruh tubuh atau
» Melamun, kehilangan kontak dengan realita selama beberapa detik

Diagnosa Epilepsi

Aktivitas listrik yang abnormal dapat dideteksi dan direkam dengan menggunakan alat EEG. Jika seseorang mengalami kelainan seperti bangkitan tanpa disertai kelainan aktivitas listrik keadaan ini kita sebut sebagai bangkitan non-epileptikus atau pseudo-seizures. Dapat terjadi karena alasan psikologikal seperti stres atau ingin diperhatikan.

Penatalaksanaan Epilepsi

Lebih dari 80% penderita epilepsi mengontrol bangkitan dengan obat-obatan anti-epilepsi. Respon terhadap pengobatan epilepsi sekitar 70%, namun ¾ penderita epilepsi di negara berkembang tidak mendapat pengobatan.

Pada beberapa kasus epilepsi pada anak, diet khusus yang tinggi lemak dan rendah gula dapat mengurangi frekuensi bangkitan. Terapi ini harus dilakukan dibawah pengawasan tenaga medis untuk memastikan bahwa anak ini mendapat asupan gizi yang sesuai.

Ketika pengobatan tidak dapat mengontrol bangkitan, operasi otak dapat dipertimbangkan. Operasi ini dilakukan untuk mengangkat bagian otak yang bertanggung jawab atas sinyal listrik yang abnormal. Namun operasi ini hanya berhasil pada kurang dari setengah dari penderita epilepsi.

Operasi lain dikenal sebagai stimulator saraf vagus, dimana di bawah kulit dada kanan atas penderita diletakkan implant alat elektronik yang kemudian akan menstimulasi saraf vagus.

Hidup bersama Epilepsi

Jika bangkitan terkontrol, sebagian besar penderita epilepsi dapat hidup secara normal. Namun penderita yang bangkitannya tidak terkontrol tidak dapat melakukan kegiatan seperti mengendarai mobil atau kendaraan bermotor lainnya atau mengoperasikan mesin berat. 

Banyak aktivitas dan olahraga yang aman dilakukan oleh seorang penderita epilepsi. Sebaiknya olahraga yang memungkinkan terjadinya kontak fisik dengan pemain lain tidak dianjurkan, karena kontak fisik dapat memicu terjadinya bangkitan.

Wanita dengan epilepsi boleh hamil, namun mereka harus tetap menjalani pengobatan sesuai dengan anjuran dokternya selama masa kehamilan.

Epilepsi tidak ada kaitannya dengan retardasi mental, namun obat-obatan anti epilepsi dapat menyebabkan gangguan pada konsentrasi dan memori sehingga anak-anak yang mengkonsumsi obat-obat anti epilepsi secara teratur membutuhkan waktu lebih untuk belajar dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Epilepsi tidak menular dan tidak mengganggu kemampuan seksual seseorang.

Apa yang harus dilakukan jika bertemu dengan penderita epilepsi yang sedang mengalami serangan?
» Lindungi penderita tersebut sampai dia sadar kembali.
» Letakkan penderita pada posisi yang paling rendah di lantai atau permukaan yang rata.
» Letakkan sesuatu yang empuk di bawah kepala mereka
» Arahkan kepala penderita ke satu arah untuk menghindari muntahan terhisap ke dalam paru-paru ketika menarik nafas.
» Jika ketika serangan, penderita bergerak tidak beraturan, singkirkan benda-benda yang memungkinkan terjadinya trauma kepada penderita.

Selama terjadinya bangkitan, jangan:
» memasukkan sesuatu ke dalam mulut penderita
» memberikan minum atau obat sampai serangan berakhir
» berusaha untuk menghentikan gerakan kejang

Informasi lebih lanjut kunjungi: http://www.epilepsy.com/epilepsy/main_epilepsy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s