Main ke Cirebon #2 : Sehari bersama Si Sohib

DSCN0438

Ckckck, dua bulan sejak postingan terkakhir, dan bahkan ini sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak perjalanan saya ke Cirebon. *toyor kepala sendiri* *Grin*

Baiklah mari kita teruskan cerita yang sempat tertunda. Hari Kedua ini saya baru benar-benar berwisata. Seluruh itinerary saya serahkan sepenuhnya pada si Sohib yang asli Cirebon, saya pasrah.

Here We Go….

1. Kuliner Empal di Plered

Dari seluruh tempat yang saya datangi, tempat ini yang merupakan satu-satunya request saya. Hehe, sejak lama pengen coba yang namanya Empal Asem. Masakan satu ini bisa dibilang masih saudara kandung Empal Gentong – yang jauh lebih terkenal sebagai kuliner khas Cirebon. Perbedaan antara kedua masakan ini ada pada kuahnya, kalau Empal Gentong kuahnya bersantan, sebaliknya Empal Asem ini berkuah bening. Rasanya kurang lebih mirip seperti sup, namun ditambah citarasa asam yang cukup kuat dari belimbing wuluh, Segar!

Nah, kalau kamu mau coba kedua masakan ini, di daerah Plered Cirebon adalah sentranya. Ada beberapa tempat makan di situ.

2. Taman Sari Goa Sunyaragi

Saat Si Sohib kasih ini sebagai salah satu itinerarynya saya langsung googling sekilas. Well, kalau cuman lihat fotonya, saya tidak bisa melihat sesuatu yang istimewa, tapi begitu saya lihat langsung dengan mata kepala sendiri, it’s quite magnificent.

Saya sempat menantang Sohib menceritakan apa yang dia tahu soal situs ini, sebagai putri daerah setempat. Hehe, tapi rupanya saya harus lebih banyak cari tahu via google. Well mungkin next time, kalau saya kemari lagi ,saya akan coba gunakan jasa guide.

Selain situs lama Sunyaragi, di lokasi ini juga ada panggung teater terbuka, dan tampaknya sedang direnovasi agak bisa menampung penonton yang lebih banyak. Pada event tertentu, panggung teater ini mempertunjukkan kesenian tradisional Cirebon. Dengan latar belakang situs Sunyaragi, saya membayangkan pertunjukkan seperti ini pasti luar biasa mempesona.

Oh iya, ketika sampai di Sunyaragi ini, ternyata ada sekelompok anak-anak yang sedang berlatih tari topeng. Saya menyempatkan menonton mereka berlatih, hihi, saya suka hal-hal ini seperti ini. Budaya itu bisa lestari jika ada regenerasi 🙂

3. Keraton Kasepuhan Cirebon

saya cukup surprise dengan pintu masuk Keraton yang sudah dikelola digital. Tiket yang diberikan berupan tiket print termal dan ada barcode yang harus ditempelkan di pintu palang otomatis. Saat di pintu masuk ini, sudah bersiap beberapa abdi keraton yang siap menjadi guide mengelilingi Keraton. Kami? Hehe lagi-lagi memilih berkeliling tanpa guide 🙂

Yang lucu di kompleks keraton ini, saya justru bertemu dengan rombongan yang dari kompleks tinggal saya di Bandung, jadi saya bertemu dengan teman SD dan mantan guru wali kelas SD juga. Hihi, iya, walhasil kita malah reunian sebentar.

4. Kolam Pemandian Cibulan, Kuningan

Okay, ini memang menyimpang, sudah bukan masuk ke wilayah Cirebon lagi. Sekitar 30 km dari Cirebon, Sohib mengajak saya ke tempat ini, bermotor. Hehe, agak nekat memang.

Apa sih yang menarik dari tempat ini? Kolam pemandian ini terkenal dengan ikan Dewa-nya, sebutan masyarakat sekitar buat ikan-ikan. Yups, kalau kita nyemplung ke kolam ini kita bakal berenang bareng ikan-ikan yang ukurannya jumbo.

Yang menarik, katanya ikan-ikan ini ketika waktunya pembersihkan kolam, airnya dikeringkan, ikan-ikan ini juga ikut menghilang – bukan karena ditangkap dan dipindahkan – lalu saat airnya sudah diisi kembali, ikan-ikan ini akan kembali lagi.

5. Jajan Tape Ketan dan Mangga Gedong

Okay sudah sampai kuningan, saya menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas kuningan favorit saya, Tape Ketan! Iya tape ketan yang dibungkus daun jambu. Saya suka yang dibuat dari ketan putih, biasanya diwarnai hijau daun pandan, gak cuman jadi cantik tapi juga berbau harum pandan. (Oke, saya jadi ngiler, pas nulis ini)

Selesai membeli satu kotak kecil tape ketan, perjalanan di lanjutkan lagi, pulang. Di tengah perjalanan, tepatnya di  pasar Harjamukti,  Sohib nawarin beli mangga Gedong, buah khas Cirebon. Hehe, mengingat orang rumah juga suka, jadi saya okein juga, well beli di sini jelas jauh lebih murah ketimbang beli di Jakarta – apalagi di gerai toko buah modern :p

6. Kuliner Nasi Lengko,

Makanan satu ini juga salah satu kuliner khas Cirebon, kami mampir ke sini atas titipan ibu tercinta si Sohib. Terletak di Jalan Pagongan , tampaknya tempat ini salah satu Nasi Lengko yang terkenal di Cirebon. Nasi Lengko, itu isinya nasi, tauge rebu, tempe dan tahu goreng yg diiris, kemudian disiram bumbu kacang.  Satu porsi di sini ukurannya cukup besar, untuk ukuran perempuan mungkin bisa di-share berdua . Saya nggak sempet nyicip masakan satu ini, berhubung masih sore dan cenderung masih kenyang.

7. Jajan Oleh-oleh

Masih dalam perjalanan pulang, saya masih mampir di satu titik lagi, di sekitaran plered, ada beberapa tempat yang menjual oleh-oleh keringan. Di sini saya mampir beli emping dan gapit (setelah pakai berantem dulu sama Sohib, karena saya gak mau banyak-banyak bawa bawaan :p)

Dan begitulah, satu hari yang cukup padat, keliling-selfie-ngobrol berdua sama si Sohib. Menjelang maghrib, kami sampai ke rumah dalam keadaan capai luar biasa. Hehehehe….

By the way, sebenarnya masih ada beberapa tujuan destinasi wisata terkenal di Cirebon, tapi kali itu saya tidak menyempatkan diri untuk mampir, misalnya Sentra Batik Trusmi atau  Kuliner Nasi Jamblang. Mungkin lain kali.

See you  Cirebon

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s