Bergaya dengan Fashion Branded? Siapa Takut?

picture-taken-from-pixabay-com

Setuju nggak sih kalau lihat barang-barang fashion branded rasanya seperti terkena serangan asma? Nafas mendadak megap-megap. Saya sendiri sebenarnya bukan orang yang sangat memuja merek, tapi harus diakui seperti naluri kebanyakan perempuan lainnya, saat melihat koleksi barang-barang bermerek  ternama  itu, kadang bikin panas dingin. Mendadak berimajinasi, seolah barang-barang itu melambai-lambai minta dibawa pulang, persis kayak yang dirasakan oleh Rebecca Bloomwood.

Nah, berhubung sandang itu memang kebutuhan pokok, tapi membeli barang branded sudah masuk kategori tersier. Kan nggak lucu kalau tubuh kita dibalut dengan fashion branded tapi kemudian nggak bisa makan karena hutang melilit.

Jadi gimana dong, biar gak bisa tetap bernampilan superchic dengan fashion yang branded? Tentu selalu ada jalan ke Roma, kok!

  1. Menunggu Diskon.
    Periode tertentu biasa setiap brand mengadakan promo diskon, biasanya barang-barang lama. Beruntunglah saya yang bukan termasuk orang yang ngikutin trend. Masa bodo, kalau dibilang “so last year fashion”. Selama saya masih merasa nyaman dan terlihat seperti alien tersasar di tengah-tengah manusia, who care with trends.Oh, iya tapi tetap waspada yang dengan godaan discount ini, pastikan harganya tetap masuk akal bagi kesehatan dompetmu. Jangan sampai sebenarnya harga awalnya sudah di-markup terlebih dahulu. (duh iya, maaf saya orangnya memang curigaan)
  1. Berburu di Factory Outlet.
    Salah satu alasan kenapa barang branded itu harganya selangit, karena mereka juga mengkontrol kualitas dengan sangat ketat. Jahitan meleset setengah senti aja bisa mereka tolak. Nah barang-barang yang nggak lolos Q.C inilah biasanya yang dijual di Factory Outlet (F.O).  Lumayanlah, selama cacatnya masih minor dan tidak terlalu kentara, nggak masalah kan ya buat kita. Nah, sebagai gantinya saat berburu di F.O, kita juga jadi mesti teliti memeriksa kondisi barangnya.
  1. Beli barang preloved.
    Kenapa enggak beli barang preloved alias barang second? Opsi ini sudah banyak menjadi pilihan banyak orang. Tidak perlu dibayangkan harus memilih baju-baju bekas import di kawasan Senen. Sekarang banyak berseliweran di dunia online, orang-orang yang menjual koleksinya. Koleksi pribadi biasanya lebih dirawat dengan baik. Biasanya mereka menjual barang second melalui akun-akun media sosial seperti Instagram, Facebook, atau bahkan sengaja membuat akun di marketplace platform. Tinkerlust misalnya, yang bahkan sudah memposisikan sebagai “Indonesia’s Stylish Preloved Marketplace”.

    Beli barang preloved secara online begini, kita harus pastikan bahwa segala informasi yang dibutuhkan sudah diketahui, misalnya seperti ukuran, atau jenis bahan, jangan sampai terkecoh gambar. Jika memungkinkan lakukan tanya jawab dengan penjual mengenai alasan kenapa barang tersebut dijual atau mungkin menanyakan informasi detail lainnya. Hati-hati juga saat melakukan transaksi, tidak sedikit cerita tentang penipuan yang berkedok onlineshop. Membeli melalui marketplace biasanya lebih meminimalisir kejadian seperti itu.

Kamu punya trik lain untuk mendapatkan barang branded dengan harga yang lebih hemat? Share juga dong, please!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s