Permulaan 2018

iuef-wordpress

Ini sudah penghujung Januari 2018. Sudah 29 hari berlalu. Menulis resolusi rasanya mungkin sudah hampir kadaluarsa. Yang lain mungkin sudah mulai bergerak menuliskan beberapa postingan baru, tapi saya baru mulai melangkah kecil. Tapi tidak apa kan ya? Sebagai permulaan setelah delapan bulan terakhir blog ini ditelantarkan, tanpa postingan baru.

Jadi, awal tahun ini, saya tidak memiliki aktifitas rutin sebagai pekerja. Proyek IKKON 2017 bisa dikatakan sudah selesai, urusan kelanjutannya bisa dipertimbangkan kemudian.. Secara professional saya juga sudah tidak lagi bergabung dengan Storial.Co. Masih sambil menikmati kebebasan waktu, yang terpikir adalah betapa saya ingin lebih serius lagi dalam tulis menulis, meski sempat trauma karena resolusi menulis 2017 gagal total. Karenanya, awalnya saya memilih untuk tidak muluk-muluk membuat resolusi selain aktif blogging lagi

Semangat ini kemudian diterjemahkan dalam keikutsertaan saya di #30haribercerita di Instragram. Sebuah For-Fun-Project menulis selama 30 hari non stop. Bagaimana hasilnya nanti saya bikin reportnya ya, di hari pertama bulan Februari. Selain proyek seru-seruan di Instagram saya juga ikut bergabung dengan WIFI Region Jakarta. Komunitas yang isinya alumni para peserta program menulis dari jaringan Inspirator Academy. Yak sebelumnya, saya sempat ikut kelas menulis artikel, yang gagal lulus, karena kebetulan waktunya berbarengan dengan acara pembekalan IKKON. Ah, soal IKKON ini saya akan menuliskan pengalamannya secara berseri di postingan lainnya.

Oke, lanjut ceritanya, di WIFI ini ternyata setiap anggotanya dipaksa untuk mendeklarasikan target menulis. Sempat bimbang, tapi akhirnya saya memutuskan untuk ikut serta, dengan target 1 buku pribadi. Meski sebenarnya belum jelas benar buku seperti apa yang akan saya tulis. Hanya berbekal cita-cita 2017 untuk membukukan pengalaman selama IKKON. Pertemuan perdana WIFI begitu menyenangkan, bertemu dengan orang-orang baru dengan semangat menulis yang lebih menggebu. Bahkan bertemu dengan seorang yang usianya jauh lebih senior tapi masih rajin mendatangi pertemuan-pertemuan kepenulisan, bahkan memiliki target 5 buku. Saya semakin termotivasi.

Lalu, itu saja? Tentu tidak, karena awal mula targetnya adalah rajin blogging, maka saya sempat membuat konsep postingan harian, untuk memudahkan saya membuat konten isinya. Jadi, isi postingannya, enggak melulu random, seperti yang ini. Mulai dari membuat review, random thought, fiksi, hingga catatan dari dapur. Empat tema dalam sepekan. Saya pribadi melihatnya sebagai sesuatu yang cukup ambisius, mengingat sebelumnya blog ini bahkan nganggur berbulan-bulan, dan proyek #30haribercerita yang masih menyisakan hutang. Oh bahkan bukan hutang 30haribercerita saja, bahkan proyek #oneweekonepost juga masih meninggalkan hutang. Dan hutang pertama masih dibayar dengan tulisan random, yang isinya curhatan, bahkan dengan jumlah kata yang tidak sampai 500. Batas minimal tulisan.

Kali ini saya menurunkan egoisme, membiarkan sebuah tulisan tanpa konsep, tanpa konten yang berisi. Mencoba menulis tanpa henti untuk sebuah permulaan. Kembali membiarkan otak dan jari yang bekerja dalam bebas, menuliskan sesuatu, menumpahkan sesuatu, hingga lama-lama otak dan jari kembali terlatih dan sanggup mengeksekusi ide lebih tajam dan berjiwa.

Salam,
Selamat mengarungi 2018, meski segala tantangan sudah kembali mulai terlukis dan siap melanda, jangan berhenti menulis!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s