Menulis Kasih, Mencecap Sayang

Kasih sayang.

Begitu tema untuk minggu ketiga proyek “One Week One Post” WiFI Region Jakarta. Tema yang mungkin terdengar mudah, bahkan termasuk mainstream untuk digelar di bulan Februari ini. Bulannya penuh cinta kata orang-orang (Hihi, memangnya bulan lainnya tidak?). Tapi, lalu yang terjadi adalah seminggu berlalu dan saya bahkan belum tahu mau menulis apa tentang kasih sayang ini. Seolah sulit. Padahal tentu tak mungkin sepanjang hidup terasa kering kasih sayang. Justru sebaliknya, setiap hari selalu dilimpahi oleh kasih sayang dari Ar-Rahman Ar-Rahiim. Sang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Pernahkah kamu mencoba menghitung berapa banyak nikmat yang telah dikasih olehNya? Berat, takkan sanggup, terlalu banyak. Menghitung berapa hela napas dalam satu hari saja sudah melelahkan. Belum lagi jumlah butir nasi yang ditelan, jumlah tetes air yang direguk, jumlah gerak setiap otot dan syaraf di dalam tubuh dan sederet rezeki yang kadang datangnya tak disangka-sangka. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan? Kalimat tanya ini bahkan diulang hingga 31 kali dari total 78 ayat surah Ar-Rahman, seolah simbol untuk terus mengingatkan manusia yang memang mudah alpa untuk bersyukur.

Kasih sayang Sang Maha Pemberi tidak hanya berupa kesenangan. Bahkan bisa saja segala kemudahan yang kaurasa hanyalah ujian, apakah lena atau justru menambah imanmu. Sebaliknya, sesuatu yang buruk bisa jadi merupakan bentuk kasih sayangNya. Siapa tahu beban hidup yang sedang kautanggung adalah kerinduanNya untuk kausapa dalam doa-doamu. Bila tidak sayang, bagaimana bisa rindu?

Mungkin sakit yang sedang kauderita adalah bentuk sayangnya. Agar luruh dosa-dosamu dan memudahkan hisabmu nanti.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571)

Oh tapi juga bukan berarti lalu membiarkan tubuh terus didera sakit, tanpa usaha kembali sehat karena mengharap dosa terhapus lebih banyak. Bukankah dengan tubuh yang sehat, lebih mudah untuk mendulang pahala? Lagipula sengaja membuat badan sakit juga termasuk perbuatan zalim, jadi bukannya menghapus tapi justru menambah dosa.

Jangan berburuk sangka bahwa Allah sedang melupakanmu saat musibah mendatangimu. Mungkin musibah yang sedang kamu alami adalah bentuk peringatan agar kauhenti berbuat zalim dan memohon ampun padaNya. Bila tidak sayang, mungkin akan dibiarkan tenggelam dalam lalai, hingga tak ada waktu lagi bagimu untuk bertaubat. Na’udzubillah. Karena kasih sayang itu tidak memanjakan. Kasih sayang itu harus selalu membawa pada kebaikan.

Kadang-kadang, eh atau jangan-jangan sering kali, kita lupa bahwa kita dilimpahi kasih sayangNya. Lalu akhirnya kita juga lupa untuk membalasnya. Jika pada segala kasih sayangnya yang berupa nikmat yang menyenangkan berbalas dengan ucapan syukur. Maka pada tiap rasa yang dirasa berat, sabar adalah bentuk menyambut cintaNya.

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”

(QS. Al-Baqaroh : 155-157)

Maka bersyukurlah dan bersabarlah, agar terus dapat mencecap kasih sayangNya. Lalu, sudahkah kamu bersyukur dan atau bersabar hari ini?


Tulisan ini dibuat untuk memenuhi setoran #oneweekonepost #wifiregionjakarta yang sudah terlewat 4 hari.

Iklan

Satu respons untuk “Menulis Kasih, Mencecap Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s