Menjadi Kartini

Alih alih bikin tulisan baru malah cuma reblog tulisan lama… Ckckckck… *jitakkepalasendiri*

But anyway,
Selamat Hari Kartini!

Puzzle of Life

Yaya, saya telat ini sudah 25 April. Tapi saya rasa semangat Kartini nggak cuma muncul di tanggal 21 April saja kan? Jadi, selamat Hari Kartini.. (maksa.com)

Masih inget nggak sewaktu kecil untuk merayakan Hari Kartini, kita seringkali berfestival dengan pakaian daerah. Untuk di pulau Jawa, gadis cilik banyak yang menggunakan kebaya lengkap dengan sanggulnya, sebagaimana Kartini berdandan. Atau kadang diadakan lomba memasak, menjahit, merangkai bunga, dan lain-lain. Pernah suatu kali saya membaca komentar yang bernada skeptis. “Kenapa sih harus pake kebaya atau lomba masak? Bukankah itu justru melambangkan feodalisme, hal yang selama ini dilawan oleh Kartini” . Hehe, komentar tepatnya sih nggak seperti ini, lebih panjang dan lebih logis. Uh, maaf, saya memang sering terkena short-memory-syndrome.

Lihat pos aslinya 247 kata lagi

Iklan

Menonton Pentas Akhir Tahun Ponakan

Weekend lalu saya menonton pentas akhir tahun keponakan yang memang diadakan tiap tahun oleh sekolahnya. Setiap tahunnya menawarkan tema yang berbeda dan bertujuan mengenalkan budaya. Tahun ini Proyeknya dibuat menjadi satu pertunjukkan kolosal yang melibatkan satu angkatan.

Menonton pertunjukkan seperti ini memang selalu menyenangkan buat saya, apalagi yang memerankannya masih bocah-bocah lucu. Tak jarang kadang saya sampai terbawa emosi haru melihat pertunjukkan seperti ini. Ah ya, saya memang terlalu sentimentil untuk urusan macam ini.
Baca selebihnya »

[Kuliner] Bubur Ayam Kuah Rawon

Suka jajan bubur ayam? Biasanya bumbu bubur ayam memang tergantung khas daerahnya. Yang paling banyak saya temui di Jakarta ini adalah Bubur Ayam yang dibumbui kuah kuning plus kecap. Lalu jenis bubur ayam kedua yang sering saya makan, bubur ayam Bandung – biasanya buburnya hanya dibumbui kecap manis, kecap asin (itupun jarang saya tambahin, biasanya saya makan bubur ayam Bandung polos tanpa bumbu – palingan tambah merica aja)

Nah, pagi tadi saya menemukan bubur ayam jenis baru. Baca selebihnya »

Tentang Blogwalking dan Rezeki

Ah iya belum sempat menuliskan cerita ini sebagai bentuk terima kasih 🙂

Jadi kemarin malam saya blogwalking ke Mas Sukmana Adi, rupanya sedang ada bagi-bagi voucher potongan harga untuk pemesanan hotel. Awalnya sempat ragu, dan menganggap bakal kehabisan vouchernya, mengingat Mas Sukmana posting informasi itu pagi. Tapi modal nekat akhirnya mencoba menghubungi di nomor yang tertera…
Daan… Alhamdulillah masih kebagian…

Sungguh… Silahturahmi (Blogwalking) itu memang bisa jadi pembuka rizki…

Makasih banyak yaa Mas Sukmana 🙂
Semoga dibalas dengan rizki yg semakin berlimpah dan berkah. Aamiin

Kenangan pada Sebuket Bunga Ilalang

image

Sudah beberapa hari mata rasanya gatal lihat tanaman liar yang memenuhi halaman rumah. Jadilah, suatu pagi akhirnya saya memutuskan buat berjongkok ria, mencabuti tanaman liar.

Ketika mulai merumput, baru tersadar ternyata banyak ilalang sejenis pada gambar. Ingatan saya kemudian terlempar puluhan tahun, ketika saya sedang lucu-lucunya pakai seragam merah putih.

Dulu…. Saya suka banget ‘memetik’ bunga ilalang. Banyak. Kemudian ditata seolah-olah bouquet bunga. Kemudian diikat dengan batangnya. Hasilnya, persis seperti gambar. Bedanya, ukuran bunganya lebih besar, eh maksudnya lebih panjang, dan lebih banyak.

‘Bunga-bunga’ itu saya ambil pulang sekolah di pinggir lapangan dekat sekolah (yang sekarang sudah jadi rumah-rumah), atau kadang-kadang di lahan bantaran sungai sepanjang perjalanan sekolah-rumah. Sambil bersenandung kecil, atau bercanda dengan teman, atau mungkin sambil melamunkan sesuatu, buket bunga ilalang itu saya bawa sampai rumah. Yaaa…. meskipun, begitu sampai depan rumah langsung masuk tong sampah *grin* atau kalau masih merasa dibuang sayang – ya ikut masuk rumah dan baru dibuang menjelang makan.

Kenapa suka?
Buat saya, buket bunga ilalang itu terlihat cantik, hmmm, manis mungkin lebih tepat. Nyeprik-nyeprik. Putih kehijauan. Sederhana.

Iseng ya?

Ahahaha, ya sudahlah mari kembali bertaman.

Kejujuran

Kejujuran itu seperti es krim
Kalau tidak dilahap bakalan cepat meleleh
Hilang ditelan hawa panas

Bisep di tangan itu kan otot fisik
Nah, kejujuran itu otot mental
Dan otot harus dilatih terus, biar kuat

Untuk hari ini latihan kejujuran gua
Jujur pada diri sendiri

Gua takut
Takut kalau intuisi gua mengenai banyak hal selama ini salah

Gua takut
Takut kalau gua bangun besok matahari nggak muncul di timur

Atau gimana kalau gua bangun besok
Dan gua baru tahu kalau, kalau hati bisa salah

(Rachel Maryam – from “Andai Ia Tahu” Movie)

gegara mau nulis sesuatu tentang berlatih menulis jadi inget puisi ini yang saya denger dulu di album soundtracknya ‘Andai Ia Tahu’. dan sampai sekarang membacanya tetep bikin jleb