Big Hero 6 : Bha… La.. La.. La..

image

iyaa, memang sedikit telat bikin review film Big Hero 6. Tapi rasanya seperti berhutang kalau tidak dituliskan.

Dan Lagi! Walt Disney berhasil memukau saya lewat Big Hero 6.

Emosi saya berhasil larut, tertawa liat Baymax yang menggemaskan, bahkan menangis di adegan-adegan haru. Setelah Brother Bear, ini adalah film animasi Walt Disney kedua yang bikin saya sesenggukan ketika nonton.

meski judulnya Big Hero 6 – tim yang terdiri dari hiro, baymax, gogo, wasabi, honey lemon, dan fred – tapi film ini lebih banyak berfokus pada hiro, si bocah genius, yang tergila-gila pada auto robot.

Saya suka cara si penulis menuturkan alur cerita, ya tentu simple karena anak-anak sasaran utamanya. Saya suka cara si penulis membawa emosi tentang kehilangan, tentang kemarahan, dan tentang keberanian. Suatu sisi yang manusiawi. yang baik tidak selalu baik, dan yang terlihat picik mungkin juga tidak sepicik yang diduga.

Dan yang paling saya suka adalah bagaimana boundaries yang terbentuk antara Hiro-Baymax-Tadashi (kakak Hiro).

hmm… ternyata Big Hero 6 terinspirasi dari komik marvell, namun dengan versi cerita yang berbeda. Kalau di komik baymax merupakan hasil ciptaan Hiro sendiri dan berikatan emosinya dengan Ayahnya, bukan kakaknya. Mungkin disesuaikan jadi kakaknya untuk memudahkan alur pertemuan dengan anggota Big Hero lainnya. Disney juga sepertinya berusaha membuat benang merah dengan setting asli versi Marvell, yakni di Jepang, dengan membuat setting di sebuah kota pseudo bernama San Fransockyo, ya ya sekilas namanya seperti nama hybrid San Fransisco dan Tokyo.

Dan begitulah, film ini mungkin akan termasuk film yang gak bosen ditonton kelak saat diputar di televisi.

Sudah nonton juga? bagaimana menurutmu?

Iklan

About time : a gently reminder

image

It’s all about what do you almost want in your life ~ tim’s father

Sebuah film yang menurut wiki masuk ke tiga genre sekaligus romance, komedi, dan science fiction. Bercerita soal kehidupan Tim setelah dia mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan untuk menjelajahi waktu

Okay, awalnya saya pikir ini adalah film romance biasa. Tapi rupanya ini bukan sekedar film cinta-cintaan ala roman picisan. Ini lebih banyak. Lebih luas. Lebih sophisticated. Bukan cuma soal cinta sama pasangan, tapi juga soal tentang keluarga, teman, dan bahkan tentang mencintai hidup itu sendiri.

Hihi, kesannya nih film berat ya? Padahal enggak banget, alurnya santai. Isinya tidak terlalu padet. Nggak terlalu ‘drama’. Banyak adegan konyol. Tapi juga ada adegan haru. Salah satu adegan yang paling saya suka di film ini saat Tim dan Ayahnya bareng-bareng melakukan perjalanan waktu ke masa kecil Tim. Menyentuh dan sentimentil.

Inti pesan film ini secara eksplisit diceritakan di ujung film. Cerianya hidup tergantung darimana mata kita memandang, darimana titik fokus kita memberi perhatian. Epilognya lebih ‘kena’, diajak untuk menyadari kita tidak perlu memiliki kemampuan untuk menjelajahi waktu ke belakang untuk memperbaiki hal-hal kecil, saat kita bisa melakukan yang terbaik saat itu. Such a gently reminder

Quite nice, isn’t?

Turbo : ketika siput pengen bisa ngebut

 

turbo

Apa jadinya kalau seekor siput yang jalannya lambat, tergila-gila sama balapan, bahkan bercita-cita jadi pembalap dan memenangi arena balap itu. Mungkin semua akan menganggapnya gila dan tidak masuk akal. Ya persis seperti yang dialami Teo, si siput kebun, di antara kaumnya Teo dianggap penghayal dan gila. Tapi Teo masa bodoh dengan semua anggapan lingkungannya.

Demi menuruti kemauannya dan mimpinya, suatu waktu Teo menjadikan tomat yang terjatuh keluar dari kebun sebagai ajang lomba balap. Lawannya adalah tukang kebun yang membawa mesin pemotong rumput. Sayang, tidak berakhir baik, tomat itu tergilas oleh mesin pemotong itu. Kejadian itu membuat Teo shock. Di tengah malam, saat Teo berusaha menenangkan diri, dia melihat bintang, dan dengan nada separuh putus asa, Teo mengucap sebuah pinta yang tak pernah sanggup diselesaikannya dengan lisan. Rupanya, setitik sinar tadi bukanlah bintang, namun pesawat yang siap mendarat.

Dengan kecepataan pesawat yang luar biasa, melemparkan Teo, jauh dan terhenti di sebuah mobil yang sedang bersiap bertarung balap liar. Tersedot oleh mesin mobil, Teo masuk ke dalam mesin mobil, dan terpapar cairan kimia di mesin mobil. Rupanya hal tersebut membuat Teo menjadi memiliki kekuatan super bisa melaju kencang, sekencang mobil balap.

setelah terusir dari kumpulan siput kebun, dan hampir dimakan oleh burung gagak, Teo dan Chet (saudaranya) ditemukan oleh Tito, seorang penjual Tachos, dan sekelompok orang yang senang mengadakan lomba balap siput. Oh, ya dan tentunya sekelompok siput yang memang doyan balapan. Dengan merekalah kemudian Theo menjalani mimpi terbesarnya, balapan di sirkuit mobil. Bahkan melawan mobil. Well, namanya juga film, semuanya pasti serba mungkin.

Terus gimana endingnya? Ah, pasti sudah banyak yang menebak gimana akhirnya, jadi rasanya tidak perlu ditulis di sini ya? Hehehe, kalau memang penasaran tonton aja.

quote

kutipan yang paling dijual dari film ini sebenernya “tidak ada mimpi yang terlalu besar, dan tidak ada pemimpi yang terlalu kecil”

nice, tapi ada satu adegan yang justru paling saya suka, dialog antara Chet dan Teo ketika memasuki arena sirkuit.

Chet : “Teo, apa kamu tidak takut, bagaimana jika besok ketika kamu terbangun, dan kehilangan kemampuan supermu”

Teo : “Maka aku akan gunakan kekuatanku sebaik mungkin hari ini”

Jleb.

[copy paste] kenalan sama epilepsi

Yak baiklah setelah 2 bulan berlalu akhirnya baru meng-copy paste blast email di kantor soal epilepsi dalam rangka memperingati “purple day”

thanks to tim medical kantor yg mengizinkan mengcopy paste artikelnya, dan thanks also to traffic jam di jakarta yg justru bikin kesempatan buat posting nih utang (jiaaa kenapa malah jadi curcol begini?!) so here it is…
Baca selebihnya »

Pre-review contest : “Rain Affair”

Ini hasil blogwalking ke sono ke mari, sebuah kontes pre-review. He, jadi nemu istilah baru juga tuh ‘PRE-REVIEW’. Kalo Review ulasan setelah kita membaca atau menonton sesuatu, nah ini ulasan sebelum membaca atau menonton… hehehe… preview kali ya maksudnya, ah tapi ini kan hak Clara sebagai penyelenggara kontes. Ya, ya, ya, sudahlah basa basinya… sekarang saatnya bersotoy ria mengulas Rain Affair

RAIN AFFAIR

kalau baca judul novel ini jadi teringat obrolan saya dengan beberapa teman forum, tentang sebuah konsep “rain in the late afternoon”. Buat saya kalimat itu terdengar seperti sebuah judul fiksi, cerpen, novel atau film.  Salah seorang teman saya yang lain malah lebih spesifisik lagi mengidetikkan kalimat tadi, menurutnya mirip film or serial korea. *Loh, Loh, kok ini malah jadi bahas yang lain sih?* Saya hanya jadi terpikir mungkin temanku tadi juga akan mengungkapkan hal yang sama, kalau novel ini cukup identik dengan korea, yang sepertinya sang penulis juga begitu menyukai korea. #sotoy1

Terlebih lagi warna cover ini begitu teenlit, pink, biru muda, dengan ilustrasi payung terbalik. Sepertinya tinggal dibubuhi huruf hangeul atau kanji… xixixi 😉 But Eniwei, jujur, cover novel ini eyecatching buanget. Aroma romantismenya kental terasa.

Rain Affair mungkin bisa diterjemahkan menjadi ‘perselingkuhan hujan’. #sotoy2. Wah, apa maksudnya nih? Dari siapakah hujan bisa berselingkuh?Baca selebihnya »

Jumanji dan Indonesia

jumanji (terinspirasi dari indonesiakah?)
terinspirasi dari Indonesia?

Baru-baru ini abis nonton Jumanji lagi, itu loh film petualangan yang diperanin sama Robin William… cerita tentang permainan papan klasik mirip ular tangga gitu… yang ternyata setiap kotak ada tantangan yang muncul secara nyata… hohoho… menyeramkan.

Postingan kali ini nggak akan ngebahas tentang review ato sinopsis film yang diadaptasi dari sebuah novel, soalnya om wiki juga dah punya bahasannya, belom ditambah postingan-postingan blogger lain…

Jadi mau bahas apanya donk? ya tentu sesuai judul postingannya, simak terus aja deh… Baca selebihnya »

NIM’s Island

Hehe mumpung di rumah kakak, saatnya memanfaatkan fasilitas tv berbayar.. jadi iu selalu punya banyak pilihan lain selain sinetron-sinetron Indonesia yang …  ah you-know-lah… so setelah ceklak ceklek remote, menemukan satu film yang baru saja akan dimulai NIM’s Island . Mmm.. tampaknya cukup menarik karena di sinopsisnya yg super pendek disebut-sebut tentang novelis – impian seorang iu – yaa siapa tau dapet pelajaran berharga.

Nim's Island

Baca selebihnya »

Ending Kepompong (2) : We Are Still deRainbow

nih ff udah diotak-atik berkali-kali tetep aja ngerasa nggak puas sama karya yg ini, rasanya masih kurang – alurnya, settingnya, diksi n gaya ceritanya,- tapi saya menyerah, bingung harus dibuat seperti apa lagi… this is the best i can do….

akhirnya setelah berbulan-bulan…dan cerita pun diteruskan.. maaph kelamaan,  selamat membaca…

We Are Still DeRainbow…

(masih inget nggak sama cerita sebelumnya? kalo lupa atau justru belum baca, klik di sini)

@skul sma bintang
chaca masih marah dengan sahabat-sahabatnya. Kemarahan itu nampak jelas dari wajah dan sikapnya yg jutek dan galak.  Seharian selama di sekolah, Chaca sama sekali nggak mau diajak bicara. Helen, Bebi, Tasya menyerah, entah harus bagaimana lagi meluluhkan Chaca.  Bebi terlihat paling sedih, dia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.

“It’s not fair ” kata Beby, sambil menangis, dan berlari pergi… Tiba-tiba oyon dateng, tergopoh-gopoh.

“Helm. Katanya Indra, helm mo pegi ke Australia sono. emang bener yak? helem mo ke sono?” dari muka Oyon nampak benar-benar bingung.

“Nggak tau!” jawab Helen asal. Oyon makin bingung, Helen malah melengos pergi ke arah perpustakaan. sebenarnya Helen masih kepikiran soal Chaca. ternyata Oyon membuntutinya, masih penasaran. Dan akhirnya Helen cerita semua tentang perpisahan deRainbow dan tentang chaca. Oyon yg diceritain cuma diem aja, bingung dan kaget.  Oyon cuma bilang “kasian ya Chacing”.  mendengar apa yg Oyon bilang, entah kenapa tiba-tiba Helen seperti menyadari sesuatu. Di mata Helen, Chaca nggak pernah serapuh ini

Baca selebihnya »

Histeria Fesbuk Merasuk Sampai Kaki Lima

Facebook Logo

Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.

Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.

Karena penasaran, diriku pun bertanya

“Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya “Son.. mie ayamnya siji maning sooon..”), sedang apa kok asik bener di pojokan?” tanyaku

“Eh Mbak yg Cantik…( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka bicara Jujur!), ini mbak, lagi update status!!…”

WADEZIG!!

“weehhh… masnya fesbukan juga to??” tanyaku heran

Baca selebihnya »

Dee writing tips (2)

Dan dee pun berbagi tips menulis lagi di twitter #deewritingtips…

inilah re-postingnya

  • When in doubt, open up Kamus Besar Bhs Ind or Tesaurus Bhs Ind. Don’t trust the text fr media or commercials.
  • Limit snacking while writing. It takes away your attention and you might have grease on your keyboard
  • Real data are good, but too much of ’em will eat up your story. So know when to stop
  • All writers have dealt with rejected n unfinished manuscripts. So don’t let one failing manuscript stop you
  • Writer’s block? Well, sometimes universe DOES need to stop you ☺