Cerita Si Tukang Sol Sepatu

Ilmu dan hikmah itu memang bisa didapat di mana saja, kapan saja – bahkan dari tukang sol sepatu keliling. Cerita ini saya tuturkan ulang dari cerita seorang teman tentang perbincangannya dengan seorang  tukang sol sepatu. Ceritanya mungkin tidak persis sama, tapi semoga tidak mengurangi esensinya.Baca selebihnya »

Iklan

Menonton Pentas Akhir Tahun Ponakan

Weekend lalu saya menonton pentas akhir tahun keponakan yang memang diadakan tiap tahun oleh sekolahnya. Setiap tahunnya menawarkan tema yang berbeda dan bertujuan mengenalkan budaya. Tahun ini Proyeknya dibuat menjadi satu pertunjukkan kolosal yang melibatkan satu angkatan.

Menonton pertunjukkan seperti ini memang selalu menyenangkan buat saya, apalagi yang memerankannya masih bocah-bocah lucu. Tak jarang kadang saya sampai terbawa emosi haru melihat pertunjukkan seperti ini. Ah ya, saya memang terlalu sentimentil untuk urusan macam ini.
Baca selebihnya »

Main ke Cirebon #2 : Sehari bersama Si Sohib

DSCN0438

Ckckck, dua bulan sejak postingan terkakhir, dan bahkan ini sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak perjalanan saya ke Cirebon. *toyor kepala sendiri* *Grin*

Baiklah mari kita teruskan cerita yang sempat tertunda. Hari Kedua ini saya baru benar-benar berwisata. Seluruh itinerary saya serahkan sepenuhnya pada si Sohib yang asli Cirebon, saya pasrah.

Here We Go….
Baca selebihnya »

Pembuka cerita di depan gerbong kereta

Perjalanan saya menuju kota sohib lama baru saja akan dimulai. Kereta yang akan membawa saya baru saja datang. Penumpang yang diangkut sebelumnya berhamburan turun, berbaur dengan penumpang yang bersiap naik.

Dan saya berpapasan dengan sesosok wanita yang baru saja turun. Yang menarik perhatian saya adalah ekspresi wajahnya yang meluapkan kegembiraan dengan sangat. Dari Matanya tampak mencari-cari sosok seseorang. Entah siapa.

Dalam pikiran saya mungkin dia mencari sosok orang yang akan menjemputnya. Saya bayangkan ekspresinya tadi bentuk ketidaksabarannya bertemu dengan orang yang dicarinya. Bentuk luapan kerinduannya. Atau mungkin dia sedang mencari teman seperjalanannya yang sudah lebih dahulu turun. Ekspresinya tadi bentuk ketidaksabarannya melanjutkan perjalanan.

Tidak lebih dari satu menit, namun ekspresi ibu tadi menularkan senyum pada saya. Antusiasme pada sebuah perjalanan. Memberikan sebuah kesan pertama untuk perjalanan saya kali ini.

Hmmm…. Saya jadi teringat salah satu posting (aduh saya lupa blog siapa, coba nanti saya cari tahu kalau sudah ketemu saya tautkan disini). Bahwa salah satu yang menarik dari stasiun adalah orang-orangnya. Tempat bertemu, berpisah, dan beragam ekspresi yang menyenangkan untuk diperhatikan.

Ah, terima kasih untuk Ibu tadi, sudah menjadi pembuka cerita perjalanan saya kali ini. Semoga perjalanan ibu menyenangkan selalu…

Posted from WordPress for Android

Hello, how are you Dream?

Hai… Apa kabar mimpiku?

Maaf, terlalu lama aku mengacuhkanmu. Kemarin kamu menyapaku lagi lewat tayangan wawancara dengan Mbak Helvy di salah satu stasiun tivi. Mbak Helvy bercerita soal hasratnya tentang menulis. Tentang ibunya yang rajin menulis tentang keseharian, agar tetap hidup di anak cucu cicit dan seterusnya.

Apa pun profesinya, dia bisa jadi seorang penulis

Helvy Tiana Rosa

image

~ Posted from WordPress for Android ~

pay it forward initiatives : I’m in

Beberapa minggu lalu saat saya berblogwalking ria ke sarangnya Ami, menemukan sesuatu yang menarik, “pay it forward initiatives”. Sebuah aksi yang tujuan utamanya untuk berbagi. Menarik buat saya, karena sudah lumayan lama, saya terakhir kali posting sesuatu yang berantai. Kalau dulu postingan berantai, biasanya karena didaulat oleh blogger lain meneruskan postingan, Tapi yang ini murni atas inisiatif si blogger

oke oke, terlalu banyak basa-basinya.

Jadi gimana sih aturan main “Pay it Forward Intiatives” ini?

Baca selebihnya »

Ratu boko : sunset from hill

image

setelah lama mendengar kabar cantiknya sunset di Ratu Boko, awal tahun ini akhirnya saya menjejakkan kaki di sana. Sekitar jam lima sore, saya dan rombongan sampai di lokasi. Merasa waktu sudah terlalu mepet, begitu urusan tiket selesai, saya langsung menuju pintu masuk dan menyusuri jalan menuju situs, sampai-sampai lupa mengabadikan rupa di jalan masuk menuju situs candi.

Nyaman! Baca selebihnya »

KL keping 2 – Weekend ala Malacca

Cita-citanya demi efektiftas waktu pengen keluar kamar jam setengah 7 pagi. Ups ternyata jam 6 aja baru adzan subuh. Hihi, ngerasa aneh aja, udah jam 6, baru sholat subuh dan di luar masih gelap. Dan begitulah dengan segala aktifitas pagi, jam setengah 8 baru turun sarapan.

Berhubung pihak hotel sedang menerima grup tamu besar yang akan segera check out, tamu regular sedikit dianaktirikan. Selain grup, harus antri dulu untuk sarapan, menunggu ada yang kelar. Lumayan juga, 15 menit menunggu, heuheu, jadi teringat jaman ospek yang harus antri buat jatah air panas bikin mie instan dalam kemasan.
Baca selebihnya »

KL keping 1 : Pusing-pusing di tanah tetangga

Akhir bulan Mei kemarin, di tengah-tengahmb kehebohan load kerjaan, saya sempet nekad traveling ke KL demi memenuhi janji nemenin sobat melancong.

Awalnya niat traveling ini bakal dibuat bersambung gitu, dari kandang merlion ke negeri jiran. Karena satu dan banyak hal, akhirnya diputuskan trip kali ini berangkat ke Malaysia aja, daripada batal sama sekali. Dan begitulah, kami berdua berangkat.

Jadwal keberangkatan dari soetta jam setengah 12an dan mendarat sekitar jam 3an waktu bagian malaysia yang satu jam lebih cepat dibanding waktu jakarta. Dan setelah mendarat, meski sudah berusaha preventif dengan perbedaan bahasa melayu v.s bahasa indonesia, tetep aja susah menahan tawa saat membaca plang ‘tuntutan bagasi’. Haha, oke, baiklah, mari kita menuntut bagasi.Baca selebihnya »