Asyik Menikmati Empat Kesenian Mamasa

Hari hampir beranjak senja saat semua sudah berkumpul untuk acara gelar budaya dalam rangkaian Pesta Tenun di Desa Balla Satanetean, Mamasa, Sulawesi Barat. Ada empat kesenian tradisional Mamasa ditampilkan sekaligus. Ada apa saja?

1. Tarian Bulu Londong

Tari-bulu-londong-mamasa
Suasana saat penampilan tarian Bulu Londong

Gendang telah ditabuh. Suaranya sontak menarik perhatian.

Read More »

Iklan

Mamasa: A Work(va)cation

Pesta Tenun Mamasa - Torajamelo
Sole Oha Lako Tondok Mamasa

Bekerja bersama Torajamelo telah membawa saya ke Mamasa, pada pertengahan Maret lalu. Dengan tim kerja berjumlah lima orang dan tambahan seorang antropolog yang sedang melakukan riset, kami membawa misi untuk mengadakan pesta tenun dan membawa pulang keriaan Sole Oha – sebuah pameran perayaan penenun dari empat wilayah, salah satunya adalah Mamasa. Kami ingin para penenun yang waktu itu tidak dapat datang ke Jakarta untuk mengikuti Sole Oha, juga bisa merasakan luapan semangat kebanggaan atas tenun mereka.

Antusias, tentu saja. Jika pada tahun sebelumnya bersama IKKON saya menginjakkan kaki ke Toraja, kali ini saya berkesempatan mengunjungi tetangganya yang masih bersaudara dekat.

Menuju Mamasa

tim kerja Pesta Tenun Mamasa
Tim kerja Torajamelo menuju Mamasa

Terbanglah kami ke pulau Sulawesi. Pukul 8 pagi waktu Indonesia Tengah, kami telah mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin. Lalu, perjalanan ke Mamasa dilanjutkan dengan perjalanan darat sekira 10 jam, dengan mobil sewaan.

Read More »

Sabtu Seru Belajar Foto Produk Pakai Ponsel

Jadi, akhir maret lalu saya mengikuti smartphone photography workshop bareng Mbak Ariana di Depok. Sudah lama memang, ngintipin jadwal kelas Mbak Ariana. Nah, mumpung waktunya pas dan lokasinya masih sanggup diarungi pake gojek (walau ternyata lebih jauh dari yang saya bayangin) saya memutuskan untuk ikut kelasnya.
Acara workshop dimulai dengan cuap-cuap Mbak Ariana berbagi ilmu fotografinya yang dipelajarinya secara otodidak. Cara menyampaikan materinya ringan dan seru, tidak ada istilah-istilah jelimet yang berbau teknis kamera. Namanya juga pelatihan memanfaatkan ponsel, bukan kelas fotografi professional. Eits, tapi meski cuma bermodalkan ponsel bukan berarti hasil fotonya nggak maksimal. Asal perhatikan beberapa poin penting berikut ini:

Read More »

[Kuliner] Bubur Ayam Kuah Rawon

Suka jajan bubur ayam? Biasanya bumbu bubur ayam memang tergantung khas daerahnya. Yang paling banyak saya temui di Jakarta ini adalah Bubur Ayam yang dibumbui kuah kuning plus kecap. Lalu jenis bubur ayam kedua yang sering saya makan, bubur ayam Bandung – biasanya buburnya hanya dibumbui kecap manis, kecap asin (itupun jarang saya tambahin, biasanya saya makan bubur ayam Bandung polos tanpa bumbu – palingan tambah merica aja)

Nah, pagi tadi saya menemukan bubur ayam jenis baru. Read More »

Main ke Cirebon #2 : Sehari bersama Si Sohib

DSCN0438

Ckckck, dua bulan sejak postingan terkakhir, dan bahkan ini sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak perjalanan saya ke Cirebon. *toyor kepala sendiri* *Grin*

Baiklah mari kita teruskan cerita yang sempat tertunda. Hari Kedua ini saya baru benar-benar berwisata. Seluruh itinerary saya serahkan sepenuhnya pada si Sohib yang asli Cirebon, saya pasrah.

Here We Go….
Read More »

Ratu boko : sunset from hill

image

setelah lama mendengar kabar cantiknya sunset di Ratu Boko, awal tahun ini akhirnya saya menjejakkan kaki di sana. Sekitar jam lima sore, saya dan rombongan sampai di lokasi. Merasa waktu sudah terlalu mepet, begitu urusan tiket selesai, saya langsung menuju pintu masuk dan menyusuri jalan menuju situs, sampai-sampai lupa mengabadikan rupa di jalan masuk menuju situs candi.

Nyaman! Read More »

KL keping 2 – Weekend ala Malacca

Cita-citanya demi efektiftas waktu pengen keluar kamar jam setengah 7 pagi. Ups ternyata jam 6 aja baru adzan subuh. Hihi, ngerasa aneh aja, udah jam 6, baru sholat subuh dan di luar masih gelap. Dan begitulah dengan segala aktifitas pagi, jam setengah 8 baru turun sarapan.

Berhubung pihak hotel sedang menerima grup tamu besar yang akan segera check out, tamu regular sedikit dianaktirikan. Selain grup, harus antri dulu untuk sarapan, menunggu ada yang kelar. Lumayan juga, 15 menit menunggu, heuheu, jadi teringat jaman ospek yang harus antri buat jatah air panas bikin mie instan dalam kemasan.
Read More »