“Kelas” – Ruang yang mencatatkan cerita Akademi Berbagi

Mendadak memiliki waktu lebih, langsung mengingatkan saya untuk berlatih menulis lagi (setelah vakum sekian lama -.-“), tentunya salah satu amunisinya adalah dengan membaca. Dan kemudian, seolah alam bersekutu, buku ini muncul di inbox saya melalui email promo kutukutubuku.com.

"Kelas"

“Kelas” ini merupakan ringkasan catatan perjalanan Akademi Berbagi, komunitas yang didirikan sang penulis, Mbak Ainun Chomsun, selama 5 tahun terakhir.
Baca lebih lanjut

Iklan

once upon a day in batam

Awal tahun ini, saya berkesempatan mendatangi Batam, untuk annual meeting dan selebrasi perusahaan. Begitu tahu lokasinya di Batam, langsung yang kepikiran buat ngetrip. Ide pertama yang muncul, otomatis adalah nyebrang ke negara tetangga, tapi kalo cuma ke negara berikon Merlion itu rasanya malas. Gara-gara beberapa upload photo teman-teman, tujuan saya justru ke Melaka. Tapi setelah berhitung, kok agak mengganjal di dompet ya? :p  Sepertinya terlalu memaksakan kalau saya tetep nekad jalan.

Ide selanjutnya.. Baca lebih lanjut

Menjadi Kartini

Yaya, saya telat ini sudah 25 April. Tapi saya rasa semangat Kartini nggak cuma muncul di tanggal 21 April saja kan? Jadi, selamat Hari Kartini.. (maksa.com)

Masih inget nggak sewaktu kecil untuk merayakan Hari Kartini, kita seringkali berfestival dengan pakaian daerah. Untuk di pulau Jawa, gadis cilik banyak yang menggunakan kebaya lengkap dengan sanggulnya, sebagaimana Kartini berdandan. Atau kadang diadakan lomba memasak, menjahit, merangkai bunga, dan lain-lain. Pernah suatu kali saya membaca komentar yang bernada skeptis. “Kenapa sih harus pake kebaya atau lomba masak? Bukankah itu justru melambangkan feodalisme, hal yang selama ini dilawan oleh Kartini” . Hehe, komentar tepatnya sih nggak seperti ini, lebih panjang dan lebih logis. Uh, maaf, saya memang sering terkena short-memory-syndrome. Baca lebih lanjut

when the rain falls

raining

Sore itu… hujan turun, mulanya merintik lalu gerimis dan merapat hingga akhirnya lebat..

Depan meja kerja saya, tepat jendela. Entah kenapa kemudian saya diam sejenak, kebetulan tanggungan kerja tidak terlalu banyak sehingga memungkinkan buat saya untuk menatap titik-titik hujan dan menikmatinya, melamun sebentar… Mendadak sedikit mellow, mungkin terbawa suasana hati beberapa hari sebelumnya.. (Ah, entah kenapa saya akhir-akhir ini, mudah sekali mellow)

Dan tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan, apa sih yang orang-orang rasakan saat hujan turun?  kesedihankah? atau justru sebaliknya? Entah kenapa seringkali hujan identik dengan kesedihan, murung, depresi, dan sejenisnya… padahal hujan itu salah satu tanda berkah dari Ar-Rahman, DIA YANG MAHA PENGASIH..

mm, saya mulai mengingat-ngingat kembali momen saya dan hujan… Ya, saya juga pernah merasakan semacam ketenangan atau kegembiraan dan kelegaan saat hujan turun.. Tersenyum dan tersipu.. bahkan tertawa-tawa saat terpaksa harus bermandi hujan.. bahkan, saya bisa merindukannya…

Ah, ya ya ya… mungkin memang bukan hujannya, tapi pilihan kita menyikapinya… 🙂 🙂

How about you?

Baca lebih lanjut