Kilas balik

Salah satu fitur yang ditawarkan di beberapa media sosial adalah kilasan balik tentang apa telah diunggah sebelumnya, biasanya hitungannya dalam tahun. Tujuannya tentu untuk mengingat, mengenang cerita lalu. 

Pun saya hari itu, sebuah notifikasi muncul. Isinya postingan saya setahun lalu. Otomatis ingatan saya memutar peristiwa pemicu postingan. Bukan cuma itu, kilasan balik itu juga memaksa otak saya untuk intropeksi diri. Meninjau ulang langkah selama satu tahun ini. Sudahkah maju, diam di tempat, atau mundur? Pertanyaan yang butuh keberanian dan kejujuran untuk menjawabnya.

Sedih adalah ketika jawabannya adalah masih diam di tempat. Lebih sedih lagi jika jawabannya justru mundur. Tapi yang paling sedih adalah ketika tidak bisa menjawabnya karena tidak memiliki alat ukurnya. 

Eits, tapi tidak, tidak, tidak boleh begitu. Kilas balik itu bukan untuk meratap, terjebak apalagi hanyut. Itu gagal move on namanya. Kalau memang diam di tempat ya maju, kalau mundur ya kejar, kalau belum ada tolok ukurnya buat! Jadi kalau suatu saat kilasan balik itu muncul lagi, kita bisa berbangga berhasil melewatinya.

#ntms