Turbo : ketika siput pengen bisa ngebut

 

turbo

Apa jadinya kalau seekor siput yang jalannya lambat, tergila-gila sama balapan, bahkan bercita-cita jadi pembalap dan memenangi arena balap itu. Mungkin semua akan menganggapnya gila dan tidak masuk akal. Ya persis seperti yang dialami Teo, si siput kebun, di antara kaumnya Teo dianggap penghayal dan gila. Tapi Teo masa bodoh dengan semua anggapan lingkungannya.

Demi menuruti kemauannya dan mimpinya, suatu waktu Teo menjadikan tomat yang terjatuh keluar dari kebun sebagai ajang lomba balap. Lawannya adalah tukang kebun yang membawa mesin pemotong rumput. Sayang, tidak berakhir baik, tomat itu tergilas oleh mesin pemotong itu. Kejadian itu membuat Teo shock. Di tengah malam, saat Teo berusaha menenangkan diri, dia melihat bintang, dan dengan nada separuh putus asa, Teo mengucap sebuah pinta yang tak pernah sanggup diselesaikannya dengan lisan. Rupanya, setitik sinar tadi bukanlah bintang, namun pesawat yang siap mendarat.

Dengan kecepataan pesawat yang luar biasa, melemparkan Teo, jauh dan terhenti di sebuah mobil yang sedang bersiap bertarung balap liar. Tersedot oleh mesin mobil, Teo masuk ke dalam mesin mobil, dan terpapar cairan kimia di mesin mobil. Rupanya hal tersebut membuat Teo menjadi memiliki kekuatan super bisa melaju kencang, sekencang mobil balap.

setelah terusir dari kumpulan siput kebun, dan hampir dimakan oleh burung gagak, Teo dan Chet (saudaranya) ditemukan oleh Tito, seorang penjual Tachos, dan sekelompok orang yang senang mengadakan lomba balap siput. Oh, ya dan tentunya sekelompok siput yang memang doyan balapan. Dengan merekalah kemudian Theo menjalani mimpi terbesarnya, balapan di sirkuit mobil. Bahkan melawan mobil. Well, namanya juga film, semuanya pasti serba mungkin.

Terus gimana endingnya? Ah, pasti sudah banyak yang menebak gimana akhirnya, jadi rasanya tidak perlu ditulis di sini ya? Hehehe, kalau memang penasaran tonton aja.

quote

kutipan yang paling dijual dari film ini sebenernya “tidak ada mimpi yang terlalu besar, dan tidak ada pemimpi yang terlalu kecil”

nice, tapi ada satu adegan yang justru paling saya suka, dialog antara Chet dan Teo ketika memasuki arena sirkuit.

Chet : “Teo, apa kamu tidak takut, bagaimana jika besok ketika kamu terbangun, dan kehilangan kemampuan supermu”

Teo : “Maka aku akan gunakan kekuatanku sebaik mungkin hari ini”

Jleb.