La La Land : A rat-tat-tat on my heart

Beberapa hari lalu, berita dunia entertaintement heboh setelah drama salah sebut di ajang piala Oscar. “La La Land” sempat diumumkan sebagai peraih Film Terbaik di ajang film paling bergengsi itu. Di tengah-tengah pidato kemenangan, kemudian diralat bahwa sebenarnya justru “Moonlight” yang meraih penghargaan tersebut. Whatta a drama!

La La Land

Terlepas dari drama itu, “La La Land” tetap tampil gemilang dengan berhasil memboyong 6 piala Oscar. Nggak heran sih, film itu memang bagus, setidaknya sih menurut saya. Sejak awal film ini banyak menuai testimoni positif di timeline media sosial dan berhasil bikin saya penasaran setengah mati .

Buat saya “La La Land” itu seperti rangkuman hal-hal yang saya suka; drama musical, jazz, piano intrumentalia, tari-tarian dengan koreografi yang pas, bahkan sampai ada planetarium juga. Sepanjang menonton film ini saya nggak bisa berhenti tersenyum lho! Film ini bahkan berhasil membuat saya menonton dua kali, yang pertama saya membiarkan diri saya larut menikmati film ini, dan kedua kali untuk menonton lebih detail demi tujuan mereview film ini. Eh, kalau saya baru review sekarang nggak basi-basi amat kan ya? Iyain aja deh…

(ups sebelum membaca lebih lanjut saya ingatkan kalau tulisan berikutnya sangat mengandung spoiler, buat yang belum nonton dan nggak suka spoiler, mending sana gih nonton dulu, hehehehe)
Baca lebih lanjut

Iklan