Oleh-oleh si boss

ya gitu deh, si boss baru aja pulang dari china dalam rangka purchasing n survey alat… apa sih oleh-olehnya?

1. tembok china ? he nggak mungkin lah

2. Jackie Chan? duuh ngapai… menuh2in indonesia aja…

3. baju china? ya elah di indonesia juga dah banyak, baju produksi china yg harganya udah bisa bikin industri tekstil dalam negeri kembang kempis…

jadi apa dong? hmm… buat saya sebuah cerita sudah cukup jadi oleh-oleh (eh, tapi kalo ditambah bukti fisik a.k.a cinderamata pasti tambah berkesan deh tuh cerita… hehehehehe)

jadi si boss cerita tentang budaya kerja di sana… cerita tentang sebuah efiesiensi yg berujung pada low cost – yg artinya bisa buat harga lebih murah…

suka heran nggak sih kalau barang buatan china tuh bisa lebih murah? karena mereka bisa menerapkan hemat energi yang luar biasa.. di pabrikan yg boss saya datengin itu mereka nggak kenal pemanas ato AC, meski suhuny mencapai 10° C atau 30° C (hemat atau keterlaluan ya?). penghematan ini memang berdampak besar pada biaya operasional mereka.

dua, mereka selalu diberi target produksi. Jadi misal dalam satu jam, harus menghasilkan sekian pieces. harus! tidak boleh tidak! nah ini yg mengakibatkan kenapa banyak barang china dengan harga murah biasanya disertai dengan kualitas yg abal-abal, karena mereka dikejar tenggat waktu.

Tapi nggak semua barang china tuh asal dibuatnya, ada juga yang setiap proses harus melewati quality control. Tapi tentunya hasilnya lebih sedikit. perbandingannya bisa mencapai 1:5, 1 untuk full quality control dan 5 untuk benar-benar mass produk, ckckckck…

…eh tapi, nggak semua yang mahal itu bagus dan murah itu jelek ya…

Iklan

Histeria Fesbuk Merasuk Sampai Kaki Lima

Facebook Logo

Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah.

Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya.

Karena penasaran, diriku pun bertanya

“Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya “Son.. mie ayamnya siji maning sooon..”), sedang apa kok asik bener di pojokan?” tanyaku

“Eh Mbak yg Cantik…( satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka bicara Jujur!), ini mbak, lagi update status!!…”

WADEZIG!!

“weehhh… masnya fesbukan juga to??” tanyaku heran

Baca selebihnya »