Menonton Pentas Akhir Tahun Ponakan

Weekend lalu saya menonton pentas akhir tahun keponakan yang memang diadakan tiap tahun oleh sekolahnya. Setiap tahunnya menawarkan tema yang berbeda dan bertujuan mengenalkan budaya. Tahun ini Proyeknya dibuat menjadi satu pertunjukkan kolosal yang melibatkan satu angkatan.

Menonton pertunjukkan seperti ini memang selalu menyenangkan buat saya, apalagi yang memerankannya masih bocah-bocah lucu. Tak jarang kadang saya sampai terbawa emosi haru melihat pertunjukkan seperti ini. Ah ya, saya memang terlalu sentimentil untuk urusan macam ini.
Baca lebih lanjut

Iklan

“Kelas” – Ruang yang mencatatkan cerita Akademi Berbagi

Mendadak memiliki waktu lebih, langsung mengingatkan saya untuk berlatih menulis lagi (setelah vakum sekian lama -.-“), tentunya salah satu amunisinya adalah dengan membaca. Dan kemudian, seolah alam bersekutu, buku ini muncul di inbox saya melalui email promo kutukutubuku.com.

"Kelas"

“Kelas” ini merupakan ringkasan catatan perjalanan Akademi Berbagi, komunitas yang didirikan sang penulis, Mbak Ainun Chomsun, selama 5 tahun terakhir.
Baca lebih lanjut

Catatan Kecil pada Hardiknas

Teringat sebuah kejadian belasan tahun lalu, seorang ibu memeriksa hasil ulangan anaknya yang masih kelas 1 SD, yang hasilnya ada beberapa nomor yang dicoret karena jawabannya salah.

soal : “jika ingin membeli barang bekas ke ….. ”
Jawaban : BABE (nama toko yang memang menjual barang bekas layak pakai – saat itu memang sedang in, dan belum ada portal onlineshop macam bukalapak, OLX, tokopedia dkk)
Jawaban text book : pasar loak

Soal : “Di mana Ibu membeli seragam sekolahmu?”
jawaban : “Di sekolah” (sang ibu memang membeli seragam si anak di sekolah, karena seragam sekolah si anak memang khas)
Jawaban text book : toko baju

Sang Ibu sharing cerita seperti ini karena merasa suatu yang lucu. Semua jawaban si Anak tadi tidak salah sebenarnya karena sesuai dengan yang dia lihat, tapi menjadi kurang sesuai dengan text book.

catatan pentingnya adalah definisi soal benar salah. Jika sang anak menulis jawaban karena sesuai yang dia lihat, dan lantas dianggap salah, mungkin akan muncul pertanyaan otaknya siapa yang salah sebenarnya text book atau praktik yang dia lihat?

Saya sendiri menilai menjadi guru juga harua fleksible tidak terpaku pada textbook – toh ilmu itu selalu berkembang, ilmu juga bicara soal rasa bukan hanya hapalan dan eksak seperti satu di tambah satu.

Tapi ya ini sudah belasan tahun lalu, tapi tetap jadi catatan kecil.

Selamat Hari Pendidikan Nasional