Adakah aku?

Tulisan ini dibuat dalam rangka menyemarakkan tantangan menulis harian oleh Storial.Co (storialpicstorychallenge). Tema untuk tulisan ini adalah malaikat, dan tulisan harus berbentuk puisi, tanpa menyebut kata malaikat di dalamnya

Adalah dia yang menyuruh kekasihNya untuk membaca. 

Adakah aku mengimaninya dan mengamalkan yang telah disampaikan melaluinya?

.

Adalah dia yang membagikan rezeki sesuai haknya.

Adakah aku mengimaninya,  menjemputnya dengan cara terbaik?

.

Adalah dia si teliti yang berdiri di kananku.

Adakah aku mengimaninya dan memberinya sebanyak-banyaknya hal baik untuk dicatatnya?

.

Adalah dia yang tak kalah teliti memperhatikan keburukanku.

Adakah aku mengimaninya atau justru membiarkan catatannya terus memanjang?

.

Adalah dia yang pasti suatu saat menemuiku tanpa bisa menghindarinya.

Adakah aku mengimaninya, bersiap sebaik mungkin menunggu jemputannya?

.

Adalah dia dan dia yang akan datang dengan segala tanya.

Adakah aku mengimaninya hingga mampu memberi jawab terbaik?

.

Adalah dia yang akan menjadi penanda kehancuran dan kebangkitan.

Adakah aku mengimaninya dan masih sanggup tegar berdiri saat tiupan ketiganya berbunyi?

.

Adalah dia yang kutakutkan akan menjagaku tetap berada dalam nyala.

Adakah aku mengimaninya atau membiarkan api menjilati seluruhku?

.

Adalah dia sang pengawal istana sempurna bertelekan permadani sutera yang kurindukan.

Adakah aku mengimaninya, berbuat semampuku agar pantas menuntaskan rindu?

.

Adalah aku yang mengaku beriman.

Tapi…

Adakah aku benar-benar?

.

(komentar penulis: entah bisa disebut puisi atau tidak, sungguh aku tak ahli, tapi gatel pengen ikut meramaikan spsc ini. Happy poetry day anyway)

21 maret 2017

God’s Birthday Gift

Ya.. dua puluh enam tahun lalu, dini hari, sebelum fajar datang, seorang wanita hebat melahirkan anak perempuan, putri bungsunya. menurut cerita, sang ibu mengalami pendarahan hebat.. tapi syukurlah beliau selamat dan menjadi sosok yang saya kagumi dan saya sayangi, ya dia adalah ibuku… (luv u always mom)

hari ini benar-benar so inspiring… sepertinya Allah memberikannya sebagai hadiah untukku. Selain banyak ucapan selamat dan doa dari saudara, handai taulan, sahabat-sahabat, ada dua moment yang menurutku adalah hadiah dari-Nya :
Baca lebih lanjut

… Dan aku pun bertanya …

Dari sekian banyak nasyid yang nggak pernah bosen dengerinnya, Nasyid dari Fatih – ikan, laron, dan semut – adalah salah satu favorit saya. Kenapa favorit? selain karena musik acapellanya yang lucu, enak didenger, ditambah juga karena liriknya.

ikan, laron, dan semut

Kayak apa sih liriknya, yuk simak.. Baca lebih lanjut

Dari Arena Sidang (sebuah catatan)

Setiap kali nyalain televisi isi beritanya nggak jauh-jauh dari pansus century, ditambah sekrang kita bisa nonton live, kayak konser-konser musik gitu… lengkap dengan ‘drama’-nya… hehhehehehe… tapi, bukan, bukan, saya nggak akan bahas tentang cerita pansus itu kok. Yang bakal saya bahas nggak jauh dari pengalaman pribadi saya beberapa tahun lalu.

Gara-gara tadi nonton bentar para wakil rakyat beropini, jadi teringat jaman saya masih aktif berorganisasi di kemahasiswaan, terutama pas sidang mumas – musyawarah mahasiswa. Apalagi sebelumnya, abis baca postingan oyen yang “Be Ready For THE INTERVIEW”. Ada sedikit catatan dari arena sidang itu, buat saya pribadi sebenarnya, tapi pengen aja disharing disini… (hmmfh, saya sampe ngubek diary jadul saya lho..) Baca lebih lanjut

Renungan 12 Rabiul Awal 1431

Ummati… ummati…

Demikian kalimat terakhir yang diucapkan Rasulullah menjelang ajalnya… dan setiap kali saya mendenganr  atau mengingat  cerita itu, setiap kali itu pula air mata ini mengalir… rasanya begitu pilu… bukan, bukan pilu,  mungkin lebih tepatnya terharu… bercampur malu…

Betapa Rasul mencintai ummatnya, karena Allah,…  Betapa Rasul mengkhawatirkan ummat-nya… tapi rasanya, saya pribadi, yang mengaku sebagai umatnya masih jauh dari harapannya… masih belum bisa menghilangkan kekhawatirannya ….  Belum berusaha menjadi terbaik sebagai ummatnya…. Astaghfirullah

Aah… ya Rabb…

Allahuma shali ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali  Ibrahim.. Wabariq ‘ala Muhammad, wa ala ali Ibrahim