Main ke Cirebon #2 : Sehari bersama Si Sohib

DSCN0438

Ckckck, dua bulan sejak postingan terkakhir, dan bahkan ini sudah lebih dari tiga bulan berlalu sejak perjalanan saya ke Cirebon. *toyor kepala sendiri* *Grin*

Baiklah mari kita teruskan cerita yang sempat tertunda. Hari Kedua ini saya baru benar-benar berwisata. Seluruh itinerary saya serahkan sepenuhnya pada si Sohib yang asli Cirebon, saya pasrah.

Here We Go….
Baca lebih lanjut

Main ke Cirebon #1 : Menepati Janji

Baiklah sebelum tingkat lupanya semakin tinggi, sebaiknya saya harus benar-benar menyempatkan waktu untuk menulis cerita perjalanan saya ke Cirebon, beberapa hari lalu, oke sedikit lebih lama dari itu, lebih tepatnya beberapa minggu lalu. Dan beginilah ceritanya …
Baca lebih lanjut

Pembuka cerita di depan gerbong kereta

Perjalanan saya menuju kota sohib lama baru saja akan dimulai. Kereta yang akan membawa saya baru saja datang. Penumpang yang diangkut sebelumnya berhamburan turun, berbaur dengan penumpang yang bersiap naik.

Dan saya berpapasan dengan sesosok wanita yang baru saja turun. Yang menarik perhatian saya adalah ekspresi wajahnya yang meluapkan kegembiraan dengan sangat. Dari Matanya tampak mencari-cari sosok seseorang. Entah siapa.

Dalam pikiran saya mungkin dia mencari sosok orang yang akan menjemputnya. Saya bayangkan ekspresinya tadi bentuk ketidaksabarannya bertemu dengan orang yang dicarinya. Bentuk luapan kerinduannya. Atau mungkin dia sedang mencari teman seperjalanannya yang sudah lebih dahulu turun. Ekspresinya tadi bentuk ketidaksabarannya melanjutkan perjalanan.

Tidak lebih dari satu menit, namun ekspresi ibu tadi menularkan senyum pada saya. Antusiasme pada sebuah perjalanan. Memberikan sebuah kesan pertama untuk perjalanan saya kali ini.

Hmmm…. Saya jadi teringat salah satu posting (aduh saya lupa blog siapa, coba nanti saya cari tahu kalau sudah ketemu saya tautkan disini). Bahwa salah satu yang menarik dari stasiun adalah orang-orangnya. Tempat bertemu, berpisah, dan beragam ekspresi yang menyenangkan untuk diperhatikan.

Ah, terima kasih untuk Ibu tadi, sudah menjadi pembuka cerita perjalanan saya kali ini. Semoga perjalanan ibu menyenangkan selalu…

Posted from WordPress for Android

KL keping 1 : Pusing-pusing di tanah tetangga

Akhir bulan Mei kemarin, di tengah-tengahmb kehebohan load kerjaan, saya sempet nekad traveling ke KL demi memenuhi janji nemenin sobat melancong.

Awalnya niat traveling ini bakal dibuat bersambung gitu, dari kandang merlion ke negeri jiran. Karena satu dan banyak hal, akhirnya diputuskan trip kali ini berangkat ke Malaysia aja, daripada batal sama sekali. Dan begitulah, kami berdua berangkat.

Jadwal keberangkatan dari soetta jam setengah 12an dan mendarat sekitar jam 3an waktu bagian malaysia yang satu jam lebih cepat dibanding waktu jakarta. Dan setelah mendarat, meski sudah berusaha preventif dengan perbedaan bahasa melayu v.s bahasa indonesia, tetep aja susah menahan tawa saat membaca plang ‘tuntutan bagasi’. Haha, oke, baiklah, mari kita menuntut bagasi. Baca lebih lanjut